Depok, Gontornews — Komunitas Telaga Surga yang bekerjasama dengan Daarut Tauhid Peduli pada Kamis (31/3/2022) malam menarik perhatian ratusan peserta dalam sebuah Kajian Tarhib Ramadhan dan Al-Kahfi Special Pra Ramadhan.
Acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut juga turut menghadirkan Ustadzah Irma Laily Fajarwati SPd Mag selaku narasumber yang membawakan topik seputar, Cinta dan Ramadhan. Kepada Gontornews.com, Ustadzah Irma mengatakan bahwa perasaan menyambut Ramadhan setiap orang berbeda-beda, diantaranya ada yang merasa biasa saja, ada yang merasa susah (terbayang haus lapar, kuliner, tidak bebas), dan ada yang merasa gembira sebab Ramadan adalah karunia
Mengapa bahagia? Karena para sahabat saja sudah berdoa sejak enam bulan sebelumnya agar bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Maka, kita pun harus tumbuhkan rasa bahagia, suka cita, dan senang dengan kehadira Ramadhan.
Ibnu Rajab al Hambali menjelaskan, bagaimana tidak gembira? Seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak gembira. Sedangkan kebahagiaan adalah prasayarat bisa menyambut amal ketaatan dengan kesempurnaan amal.
Berikut adalah diantara cara agar kita bisa tetap menikmati indahnya Ramadhan: pertama, mempersiapkan jiwa, pikiran dan hati kita untuk mengistimewakan Ramadhan. Artinya kita harus mendidik dan membiasakan jiwa untuk melakukan ketaatan amalan yang lebih dari biasa, karena ini bulan istimewa.
Kedua, taubat dengan sebenar-benarnya, sebab dosa dan maksiat menjadi sebab terhalangnya ketaatan dan kedekatan kepada Allah. Ketiga, memahami nilai waktu, jangan sampai terlena dan tercuri waktu kita yang berharga di Ramadhan ini. Ramadhan ini oleh Allah istilahnya adalah ayaman ma’dudat, diisyaratkan pendek, sedikit, dan cepat berlalu, maka jangan disia-siakan.
Keempat, menjaga makan kita, karena jika berlebihan maka akan muncul rasa malas, resiko akhiratnya adalah hilangnya rasa khusyuk.
Dan hal yang tidak kalah penting dalam menyambut Ramadhan adalah dengan memahami hukum berpuasa. “Karena mahabbah saja tidak cukup tanpa ilmu Ramadhan, jika tidak paham hukumnya maka akan terhalang mendapatkan pahalanya,” pungkas Ustadzah Irma. <Edithya Miranti>






















