pesanan-majalah-edisi-khusus
34 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 10 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

Terobosan BSN untuk Mendukung SDGs

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan Majalah Gontor dan Gontornews

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
16 September 2018
in Ekonomi
0
Terobosan BSN untuk Mendukung SDGs

Untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan sejumlah terobosan. Antara lain penganugerahan Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA), mendorong penerapan standar pada UMKM, merevisi pedoman standar nasional, program prioritas pengembangan standar, dan membangun Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukur (SNSU).

Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan paradigma pembangunan nasional untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, yaitu dimensi pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan, yang satu sama lain saling terkait dan berkelanjutan. Untuk itu, BSN hadir dengan misi merapkan SNI ISO 26000:2013 sebagai standar panduan tanggung jawab sosial untuk Β mendukung terwujudnya SDG Indonesia.

Anugerah ISDA

Dalam kerangka mendukung tercapainya SDGs, BSN menyambut baik penganugerahan Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA). β€˜β€™Melalui sarana apresiasi ini, kami berharap bisnis-bisnis Indonesia akan menjadi komunitas bisnis yang berwawasan global dan setara dengan berbagai perkembangan di dunia,” ungkap Kepala BSN Bambang Prasetya dalam Β sambutan dalam acara penganugerahan Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2018 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (6/9).

BACA JUGA

KUII Ke-8: BAZNAS Komitmen Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Santripreneur 2026 Siapkan Santri Jadi Pengusaha Fesyen Berdaya

Diselenggarakan sejak tahun 2016, jelas Bambang, Anugerah ISDA merupakan wujud apresiasi yang digalang oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) terhadap kontribusi program CSR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seluruh Indonesia dalam mendorong pencapaian SDGs. Pada tahun 2018 ini, CFCD memberikan apresiasi kepada 56 perusahaan, terdiri atas 13 kategori perorangandan 129 kategori program SDGs berdasarkan pencapaian 12 dari 17 tujuan yang dicanangkan dalam SDGs

Kepala BSN menilai penghargaan ini merupakan niat yang baik untuk tujuan yang baik. Sejak 2014, BSN terlibat dengan CFCD setelah CFCD berplatform SNI ISO 26000. β€œKalau kita ingin meraih sukses, pakailah standar internasional yang kita bisa interoperability antar negara. Jadi sekali bekerja, beberapa aspek bisa masuk. Apalagi SDGs merupakan tujuan mulia,” pesan Bambang kepada para penerima penghargaan.

Dia mengharapkan, acara penganugerahan ISDA ini mampu membangun kesadaran dan pemahaman para peserta akan pentingnya kolaborasi multistakeholder, khususnya keterlibatan para pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pencapaian SDGs, tujuan pembangunan berkelanjutan melalui praktek terbaik dengan bisnis yang sehat dan bersih.

Penerapan Standar Lingkup UMKM

Memasuki era industri 4.0, persaingan di dunia usaha semakin ketat. Pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus dapat memberikan nilai tambah atas produk yang dihasilkan. Standardisasi dan penilaian kesesuaian dapat menjadi salah satu alat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Mengutip pandangan BJ Habibie, Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan: β€œSebagai bangsa yang kaya sumber daya alam, sudah seharusnya kita surplus ekspor.” Menurut Habibie, pelopor standardisasi di Indonesia, kalau kita mau berkompetisi, langkah pertama yang harus dikuasai adalah standardisasi. β€˜β€™Tanpa standardisasi, kita tidak bisa efisien dalam sisi manajemen,” tegas Bambang dalam Seminar Standardisasi Produk Usaha Mikro, Kecil, Menengah Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis dan Monopoli di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI (STIMA IMMI) di Jakarta, Sabtu (8/9). Dihadiri oleh ratusan mahasiswa, seminar ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan bersama antara BSN dengan STIMA IMMI.

Ketua STIMA IMMI, Zulkifli Rangkuti, menambahkan, untuk dapat bersaing di era pasar bebas, kita harus membangun perekonomian yang kompetitif, termasuk UMKM. β€œTanpa memiliki level kompetitiveness, kita akan sulit bersaing dan memenangkan kompetisi bisnis. Maka, ita harus mengisi nilai tambah yang berbeda dengan yang lain, agar dapat berdaya saing secara internasional,” tegasnya.

Standar yang berlaku secara nasional di Indonesia adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam kesempatan ini, Bambang memaparkan, pada dasarnya SNI Β terbagi atas lima hal, yaitu SNI terkait produk / barang, SNI terkait standar person / kompetensi, SNI terkait proses, SNI terkait jasa, serta SNI terkait sistem manajemen.

Untuk bersaing di dunia global, mau tidak mau kita harus mengikuti platform global. β€œSertifikat yang dikeuarkan Indonesia itu harus diterima di berbagai belahan dunia,” jelas Bambang. Basis saling pengakuan adalah sertifikat SNI diberikan oleh lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. β€œBisnis butuh kepastian dan kepercayaan, dan itu bisa dibuktikan dalam sertifikat,” jelas Bambang.

Dari segi bisnis, UMKM, standar berperan penting karena dapat menjadi acuan mutu, memperluas akses pemasaran, meningkatkan efisiensi dan efektifitas industri/organisasi, mengurangi resiko ancaman K3L, membantu perusahaan mengadopsi standar lain yang menjadi persyaratan global, serta menjadi jembatan untuk kesenjangan pengetahuan dan perkembangan inovasi.

Bambang menyebut beberapa UMKM meraih sukses setelah menerapkan standar. Salah satunya adalah UD Hari Mukti Teknik dengan produknya mesin pengering Kanaba. β€œKanaba pada awalnya hanya bisa memasok wilayah Jogja. Namun, setelah menerapkan 4 SNI, yaitu 3 SNI Produk dan 1 SNI Sistem Manajemen Mutu, Kanaba kini sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia, bahkan mampu ekspor ke luar negeri,” ungkapnya. Contoh lain adalah Batik Satrio dari Banyuwangi yang juga mampu meluaskan pemasaran produknya setelah menerapkan SNI Batik dan SNI Sistem Manajemen Mutu.

Saat ini, banyak permintaan dari daerah-daerah untuk pembinaan UMKM. Maka, Bambang berharap kerja sama antara BSN dan STIMA IMMI juga dapat mendukung pembinaan UMKM, baik melalui program Kuliah Kerja Nyata maupun program lainnya. Tidak lupa, Bambang juga menyarankan agar STIMA IMMI menyediakan SNI Corner sebagai akses informasi standardisasi untuk para akademisi.

Revisi PSN

Langkah lain untuk mendukung SDGs, BSN melakukan upaya meningkatkan kualitas SNI dengan upaya merevisi Pedoman Standardisasi Nasional (PSN). Setidaknya, ada dua PSN yang sudah disiapkan revisinya. Yakni, PSN No.5 Tahun 2006 dan PSN No.7 Tahun 2012. Daftar Inventaris Masalah kedua PSN telah disamaikan oleh Kepala Bidang Kimia Dan Pertambangan BSN, Tom Abbel Sulendro, pada acara Public Hearing RPBSN Pengendali Mutu Perumusan SNI dan RPBSN Standardisasi dan Kegiatan Terkait di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, pada Senin (10/9).

Pada kegiatan itu juga dibahas terkait pengelolaan Komite Teknis maupun dalam proses perumusan SNI. Komite Teknis beranggotakan perwakilan dari pihak produsen, konsumen, akademisi, dan pemerintah. Saat ini, sudh ada 149 Komite Teknis yang tersebar di berbagai Kementerian/Lembaga, termasuk di BSN.

Menurut Deputi Bidang Penelitian dan Kerjasama Standardisasi BSN, I Nyoman Supriyatna, mutu SNI yang dirumuskan sangat tergantung dari beberapa proses, mulai dari pengusulan Program Nasional Perumusan Standar (PNPS), rapat teknis, hingga konsensus yang dilakukan oleh Komite Teknis.

Untuk itu, lanjutnya, tugas tenaga ahli standardisasi dan pengendali mutu sangat penting untuk memastikan proses konsensus di tataran Komite Teknis berjalan sesuai dengan aturan BSN. ”Ke depan, mereka diharapkan juga mengetahui peraturan-peraturan yang lain terkait dengan regulasi-regulasi yang ada di kementerian teknis yang lain,” jelas Supriyatna.

Program Pioritas BSN 2019

Kepala BSN Bambang Prasetya telah memaparkan rencana program atau kegiatan tahun anggaran 2019. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Β Komisi VI DPR di Ruang Rapat Komisi VI, Gedung Nusantara I, Jakarta pada Selasa (4/9), Bambang menjelaskan sembilan program pengembangan standardisasi nasional. yaitu: kegiatan pengembangan sistem standardisasi dan penilaian kesesuaian; peningkatan akreditasi laboratorium dan lembaga inspeksi; peningkatan akreditasi lembaga sertifikasi; peningkatan informasi dan dokumentasi standardisasi; kerja sama standardisasi; pendidikan dan pemasyarakatan standardisasi; penelitian dan pengembangan standardisasi; perumusan standar; serta peningkatan penerapan standar.

Untuk program prioritas nasional tahun 2019, BSN sesuai dengan tugas dan fungsinya mendukung pelaksanaan prioritas nasional dalam peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata, dan jasa produktif lainnya dengan total anggaran sebesar Rp 62,736 miliar. Β Program tersebut berupa kegiatan peningkatan akreditasi laboratorium dan lembaga inspeksi, dengan dua proyek prioritas nasional. Kedua proyek ini adalah pembangunan laboratorium SNSU mikrobiologi dan alat kesehatan serta peningkatan mutu laboratorium akreditasi SNI ISO/IEC 17043 dan penguatan SDM.

Program selanjutnya adalah kegiatan peningkatan akreditasi lembaga sertifikasi, dengan proyek prioritas peningkatan keberterimaan produk pertanian indonesia di pasar global. Kegiatan pendidikan dan pemasyarakatan standardisasi dengan dua proyek prioritas nasional, yaitu peningkatan dan pengembangan kantor layanan teknis pelayanan informasi standardisasi di area industri di luar Pulau Jawa, serta peningkatan dan pengembangan kantor layanan teknis pelayanan informasi standardisasi di kawasan industri yang telah existing

Pembangunan Lab SNSU

Terobosan lain yang tidak kalah penting untuk mendukung SDGs adalah pembangunan Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukur (SNSU). Pemancangan tiang pertama pembangunan gedung tersebut telah dilakukan oleh Kepala BSN bersama Menristekdikti Mohamad Nasir di Β Komplek Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu (5/9). Laboratorium SNSU ditargetkan mulai operasi pada Mei 2020. β€˜β€™Kelak, Laboratorium SNSU ini akan mem-back up sertifikasi halal yang ada di lab-lab perguruan tinggi,’’ tegas Kepala BSN Bambang Prasetya..

Gedung Laboratorium SNSU BSN nantinya akan menempati lahan seluas 15.000 m2 dengan total bangunan mencapai 10.900 m2. Adapun pembangunan fisik laboratorium direncanakan selesai pada bulan Mei 2020.

Kepala BSN menjelaskan, pengukuran standar sertfikasi halal suatu produk semuanya dilakukan di laboratorium. Namun, ukuran kehalalan suatu produk akan bias bila laboratoriumnya tidak distandardisasi.

“Pengukuran tidak akan terjadi bila tidak ada kalibrasi. Kalibrasi akan diterima dunia internasional bila laboratoriumnya distandardisasi. Itu sebabnya, BSN membangun laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU),” ujar Bambang Prasetya saat mendampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium SNSU.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti Mohamad Nasir berharap dengan dibangunnya laboratorium SNSU akan menjadikan pusat ukuran di Indonesia. Jangan sampai ada standar ukuran lain.

“Tidak boleh ada standar ukuran yang berbeda, semuanya harus sama. Jangan kurang-kurangi ukuran supaya produk-produk Indonesia diakui karena punya standar yang dikalibrasi. Intinya semua laboratorium perguruan tinggi rujukannya ke SNSU BSN,” terangnya.

Bambang menjelaskan, SNSU menjadi standar dengan ketelitian tertinggi di suatu negara yang menjadi acuan ketertelusuran ke Sistem Satuan Internasional (SI) bagi hasil pengukuran yang dilakukan di negara tersebut. Fungsi tersebut menempatkan SNSU pada posisi sentral dalam sistem metrologi nasional.

Bambang juga mengatakan level akreditasi harus punya satuan ukur. Ini pentingnya laboratorium ini dibangun untuk kesehatan, karena kesehatan menjadi penting. Laboratorium ini akan mendukung Kementerian Kesehatan.

Metrologi sendiri, lanjutnya, merupakan suatu komponen yang bersama dengan komponen standardisasi dan penilaian kesesuaian, membentuk infrastruktur mutu nasional. Apalagi, dunia ilmu pengetahuan sangat bergantung pada pengukuran.

β€œKetersediaan alat ukur dan kemampuan menggunakannya sangatlah esensial bagi para ilmuwan untuk merekam hasil penelitian mereka secara objektif,” jelas Bambang.

Oleh karenanya, mengingat kontribusinya yang berdampak luas pada mutu kehidupan masyarakat, keberadaan dan pengelolaan SNSU menjadi tanggung jawab pemerintah. Seperti negara-negara modern lain, Indonesia telah memiliki SNSU yang dikelola dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.

Menristekdikti Mohamad Nasir (baju putih) dan Kepala BSN Bambang Prasetya (baju batik), meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan gedung laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran/SNSU BSN di Komplek Puspiptek, Tangerang Selatan (05/09/2018).

Pembangunan gedung ini adalah sebagai bagian implementasi amanah Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan SNSU di Indonesia.

Kepala Pusat Akreditasi Laboratorium dan Lembaga Inspeksi BSN, Donny Purnomo JA, menerangkan, pembangunan gedung ini utamanya laboratorium SNSU bidang biologi, radiasi dan peralatan kesehatan dan perluasan laboratorium metrologi fisika dan kimia. β€œPembangunan gedung ini untuk melengkapi laboratorium SNSU yang sudah existing di Pusat Penelitian Metrologi (P2M) LIPI dan dialihkan ke BSN berdasarkan Perpres No. 4 Tahun 2018,”ujarnya.

Dengan dibangunnya gedung SNSU BSN, maka banyak manfaat yang akan dipetik oleh masyarakat seperti untuk pengelolaan SNSU biologi adalah tersedianya bahan acuan nasional di bidang biologi yang selama ini masih tergantung kepada negara lain. Selain itu, juga perluasan cakupan bahan acuan bidang kimia, dan penguatan acuan untuk kalibrasi peralatan kesehatan.

β€œKonsumen utama laboratorium SNSU adalah 254 laboratorium kalibrasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan 1200 laboratorium uji yang memerlukan ketertelusuran dari bahan acuan kimia, biologi dan fisika,” tambah Donny.

Sebagaimana untuk diketahui, secara teknis, pengelolaan SNSU telah dilakukan oleh unit kerja di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas di bidang metrologi, yaitu Pusat Penelitian Metrologi (P2M-LIPI), sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden No. 79 Tahun 2001 tentang Komite SNSU.

Namun dengan telah disahkan dan diundangkannya Undang-undang No. 20 Tahun 2014 Tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, serta Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2018 Tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional, saat ini pengelolaan SNSU diamanatkan kepada BSN.

[Dedi Junaedi]

Tags: BSNMendukungSDG
Share34Tweet22Send
Previous Post

The Guardian Seru Dunia Peduli Muslim Uighur China

Next Post

Ijtima Ulama II Bulat Dukung Prabowo-Sandi

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result