pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 6 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Terorisme Demokrasi

Oleh Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Demokrasi sebagai sistem buruk telah melahirkan pemilu terburuk sepanjang sejarah negeri ini. Dimulai dari banyaknya intimidasi terhadap para ulama, penangkapan aktivis Islam, adanya ribuan kecurangan, adanya berbagai ancaman dan kericuhan antar petugas pemilu hingga banyaknya yang mati akibat pemilu. Bahkan tumbal terorisme demokrasi yang mati melebihi korban terorisme Bali.

Nyawa manusia begitu murah dalam sistem demokrasi. Dari pantauan dan kesaksian di lapangan, kematian para petugas pemilu patut dicurigai. Sebab logikanya, jika hanya karena kelelahan, mustahil akan memakan tumbal begitu banyak. Bahkan ada yang muntah darah sebelum meninggal. Hingga kini telah mencapai angka 554 orang yang mati sebagai tumbal terorisme demokrasi.

Ini adalah terorisme demokrasi, sebuah kejahatan terstruktur demi nafsu kekuasaan dan materialisme. Pertarungan para kapitalis kufur dengan mudahnya bisa menghilangkan nyawa rakyat jelata. Terorisme demokrasi adalah kejahatan ideologi yang harus diusut tuntas, meski tidak mudah. Sebab dalam hirarki kekuasaan demokrasi, struktur kekuasaan justru menjadi bagian dari anteknya. Sementara rakyat seolah ditempatkan menjadi musuh yang tidak ada pembelanya.





Maka jangan heran jika rakyat jelata kedapatan mencuri beberapa buah singkong hanya karena lapar bisa dipenjara 1,5 tahun. Sementara garong triliunan uang rakyat bisa bebas melenggang dengan pongahnya. Para pegundal kapitalis yang menjadi antek bisa meraup kekayaan yang melimpah dengan membuat aturan pro kapitalis. Padahal mereka sesungguhnya sedang menjual negara ini dan sedang menzolimi rakyat jelata.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Para kapitalis, dengan onggokan uang yang dimilikinya mampu membeli apapun yang ada di Indonesia. Idiom keuangan yang maha kuasa, benar-benar telah menjadi kenyataan. Di Indonesia, hukum bisa dijual belikan, jabatan bisa dijual belikan, politik transaksional telah menjadi budaya, bahkan negara inipun telah dijual.

Demokrasi adalah sistem pemerintahan terburuk yang pernah ada. Demokrasi di Indonesia justru telah melahirkan hutang negara lebih dari 5000 triliun. Sementara rakyat yang telah dimiskinkan, masih harus menanggung hutang negara dengan cekikan pajak yang mematikan. Sementara jutaan hektar tanah-tanah di negeri ini telah banyak yang dimiliki penjajah asing dan aseng.



Demokrasi yang tidak mengenal halal dan haram telah dengan masif membolehkan peradaran narkoba yang telah membunuh jutaan anak bangsa. Entah sudah berapa orang yang mati karena jeratan racun narkoba. Peredaran narkoba dalam demokrasi tidak akan pernah bisa dibendung, bahkan di beberapa negara, narkoba justru dilegalkan. Tujuannya Cuma satu : materialisme.

Dengan legalisasi narkoba, maka demokrasi telah menjelma menjadi teroris sejati yang membunuh jutaan manusia di seluruh dunia. Bisnis senjata lebih dahsyat lagi, dengan menjadikan permusuhan dan konflik antar negara, maka terjadilan transaksi jual beli senjata. Bisnis senjata dengan menciptakan konflik telah membunuh pula jutaan manusia di berbagai negara di dunia. Demokrasi benar-benar terorisme.

Propaganda bahwa demokrasi adalah sistem terbaik telah mampu menipu berbagai komponen masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia banyak kalangan yang telah terhipnotis oleh kebusukan sistem demokrasi. Dari kalangan intelektual muslim hingga ulamanya banyak yang tertipu dengan demokrasi.

Bahkan tak jarang mereka mendewakan demkorasi tapi menolak sistem Islam, dengan dalih demokrasi tidak bertentangan dengan Islam. Padahal logikanya, jika demokrasi tidak bertentangan dengan Islam, mengapa tidak Islamnya saja yang langsung diterapkan. Tapi faktanya justru sebaliknya, demokrasi selalu menolak kehadiran Islam politik dengan menuduh radikal dan intoleran. Demokrasi adalah terorisme sejati, maka sadarlah wahai kaum muslimin.

Demokrasi dalam pandangan sokrates adalah bentuk pemerintahan yang anarkis, memberikan kesetaraan yang sembrono kepada siapapun, baik setara maupun tidak setara. Demokrasi memberikan ruang kebebasan tanpa batas. Anarkisme demokrasi akan berujung kepada kekuasaan tirani.

Diperkuat oleh pandangan Aristoteles, bahwa demokrasi adalah bentuk negara yang buruk (bad state). Pemerintah yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili keompok mayoritas penduduk itu akan mudah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan.

Demokrasi adalah anak kandung kapitalisme sekuler. Miguel D Lewis mengatakan bahwa capitalism is religion. Banks are churches. Bangkers are priests. Wealth is heaven. Poverty is hell. Rich people are sainst. Poor people are sinners. Commodities are bessings. Money is God.

Dalam pandangan Islam, prinsip-prinsip demokrasi menyalahi syariah Islam. Pertama, Suara mayoritas mengalahkan suara Tuhan, melanggar QS Al An’am : 116. Kedua, kedaulatan hukum di tangan rakyat, melanggar QS Al An’am : 57. Ketiga, produk perundang-undangan ditentukan di parlemen, meski esensinya bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah, melanggar QS Al Maidah : 48. Keempat, demokrasi mencampakkan hukum Allah dalam urusan rakyat, melanggar QS Al maidah : 50.

Banyak kalangan yang mengecam aksi terorisme dan menuduh Islam sebagai sumbernya, padahal Islam tidak pernah mengajarkan terorisme, tapi sebaliknya kepada demokrasi yang justru telah melahirkan terorisme disembah-sembah. Pemilu demokrasi 2019 adalah bukti nyata betapa demokrasi adalah biang terorisme politik dan ideologi yang telah membunuh, memiskinkan, menjajah, menzolimi, menipu, dan membodohi rakyat. Kurang bukti apa lagi ?

Tags: DemokrasiIdeologiPolitik
Share52Tweet33Send
Previous Post

Sejarah Puasa dalam Agama-agama

Next Post

Tausiyah Hamid Fahmy Zarkasyi di Qatar: Dosa adalah Duri Kehidupan

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result