New York, Gontornews β Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) merilis kabar perihal pengiriman senjata kepada pemerintah Suriah, Selasa (22/8). Dilansir Antara, PBB menunjukkan 2 pengapalanan asal Korea Utara kepada badan pemerintah Suriah yang bertanggung jawab mengurusi program senjata kimia Suriah.
Meski demikian, Laporan yang disusun oleh panel pakar independen PBB itu tidak mengungkapkan detail waktu, tempat, serta kepastian isi dari kapal tersebut.
“Panel ini menyelidiki laporan senjata balistik kimia yang terlarang dan kerja sama persenjataan konvensional antara suriah dan DPRK (Korea Utara),” tulis pakar dalam laporan setebal 37 halaman tersebut.
“Dua negara anggota mencegat pengapalan tujuan Suriah itu. Negara anggota lainnya memberi tahu panel bahwa ada alasan untuk mempercayai bahwa barang-barang itu bagian dari kontrak KOMID dengan Suriah,” tambahnya.
KOMID merupakan perusahaan perdagangan dan pengembangan pertambangan Korea Utara yang masuk daftar hitam Dewan Keamanan (DK) PBB dan dianggap sebagai dealer senjata utama Korea Utara, eksportir peralatan misil balistik hingga senjata konvensional. Pada 2016, DK PBB memasukkan dua kantor perwakilan KOMID di Suriah dalam daftar hitam.
“Konsinyasi itu adalah entitas Suriah yang digolongkan Uni Eropa dan Ameria Serikat sebagai perusahaan garis depan untuk Pusat Studi dan Riset Ilmiah Suriah (SSRC), entitas Suriah yang diidentifikasi Panel tengah bekerjasama dengan KOMID dalam transfer barang-barang terlarang,” kata Panel.
Saat ini, PBB tengah mengungk aktifitas antara Suriah dan Korea Utara dalam hal program peluruh kendali SCUD Suriah dan pemeliharaan serta perbaikan sistem pertahanan rudal dari permukaan ke udara. [Mohamad Deny Irawan]




















