Bangkok, Gontornews — Pemerintah Thailand, Senin (6/9/2021), meminta masyarakat untuk tidak panik dengan varian virus korona “Mu”. Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Kementerian Kesehatan Thailand, Dr Supakit Sirilak, mengatakan pemerintah belum menemukan varian Mu di dalam negeri. Sejauh ini, sambung Supakit, varian Delta masih mendominasi sebagai penyebab lonjakan virus.
Sebagai informasi, organisasi kesehatan dunia (WHO) menempatkan varian “Mu” sebagai varian yang membutuhkan perhatian khusus atau variant of interest (VOI). Varian asal Kolombia tersebut kini telah menyebar 39 negara di dunia termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Jepang. Bersama varian Alpha, Beta, Gamma dan Delta, varian “Mu” masuk kategori VOI dan WHO memutuskan untuk terus memantau penyebarannya.
Dr Supakit menjelaskan varian “Mu” (B.1.621) hanya membuat kurang dari 0,1 persen dari total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi secara global. Sejauh ini, Supakit menjelaskan pihaknya juga belum mendeteksi masuknya varian C12.
“Kedua varian tersebut tidak memiliki bukti yang dapat dikonfirmasi terkait kemampuannya untuk menularkan dengan lebih cepat atau mengurangi efek vaksin. Jadi, jangan panik dan kami akan memantau situasinya dengan cermat,” kata Supakit kepada Bangkok Post.
Otoritas terkait mengonfirmasi varian Delta mendominasi dengan 97,6 persen kasus Covid-19 di Bangkok. Varian lain yang mendominasi di Bangkok adalah varian Alpha. Sedangkan di luar Ibu Kota, varian Delta mendominasi dengan 84,8 persen, varian Alpha dengan 9,5 persen dan varian Beta di 5,7 persen. Pekan lalu, 28 kasus Beta terkonfirmasi di Narathiwat, dua kasus di Pattani dan satu kasus di Yala.
“Kami bekerjasama dengan mitra kami dari Universitas Prince of Songkla dalam melakukan pengurutan genom di Selatan,” kata Supakit.
“Kami telah merencanakan untuk mendapatkan lebih banyak sampel dari Phuket, daerah dengn tingkat vaksinasi yang tinggi. Setidaknya 10.000 sampel hingga akhir tahun ini,” sambungnya menutup. [Mohamad Deny Irawan]





















