pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

The Power of 212: Sebuah Pesan Buat Istana

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
3 December 2018
in Kolom
0
Anies: Jangan Anggap Enteng Proses Politik

Tak terduga! Peserta Reuni 212 membludak. Tanah Abang, Sudirman-Thamrin, Kebun Sirih, Tugu Tani hingga kawasan Senen penuh lautan manusia. Jumlahnya bahkan melampui Aksi 212 dua tahun lalu. Ada yang memperkirakan 10-11 juta. Dahsyat!

Kata Aa’ Gym, mereka hadir karena panggilan hati. Tak ada tokoh, partai dan ulama yang bisa menggerakkan jutaan manusia seperti itu. Dijamin gak ada, lanjut Aa’ Gym. Mereka hadir, karena selama ini mereka merasa ditekan.

Publik mengenal Aa’ Gym sebagai ulama dan tokoh yang lembut. Hati-hati ketika bicara. Halus dan tak suka singgung orang lain. Kali ini beda. Aa’ Gym tegas. Bicara lantang tentang tekanan dan ketidakadilan. Ini menunjukkan keprihatinan pada situasi yang dianggap sudah melampaui batas.

Aa’ Gym benar. Mereka yang hadir di Monas adalah umat Islam yang selama ini merasa menghadapi tekanan. Sejumlah ulama dan dai dipersekusi. Sebagian diduga jadi korban kriminalisasi. Beredar video intimidasi dan ancaman. Sementara aparat yang mestinya bertugas untuk menjaga keamanan dan memastikan tegaknya keadilan, justru ikut terlibat dan sarat keberpihakan. Oknum aparat maksudnya. Hati-hati, supaya gak kena delik aduan. Hehe…

BACA JUGA

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Keadaan ini yang melatarbelakangi jutaan umat Islam berkumpul di Monas. Mereka kecewa. Tapi, tetap mengekspresikan kekecewaan itu dengan tenang dan damai.

Kali ini mereka berkumpul untuk memberi pesan: Cukup! Hentikan! Bangsa ini butuh pemimpin yang melindungi rakyatnya, bukan yang mengkriminalisasi dan mempersekusi rakyatnya.

Hadir dalam Reuni Akbar itu Anies Rasyid Baswedan dan Prabowo Subianto. Kehadiran dua tokoh ini seolah memberi harapan baru untuk masa depan rakyat dan Indonesia.

Semula, Reuni 212 dihajar hoax. Dituduh sebagai ancaman bagi NKRI. Mau makar. Berencana mendirikan negara berbasis khilafah. Pesertanya metamorfosis dari HTI. Semua ini muncul sebagai upaya untuk menggagalkan Reuni 212. Hoax model ini terus disebar. Meski tak pernah menemukan fakta, tapi terus diulang-ulang. Namanya saja hoax. Hoax tingkat dewa. Halusinasinya ketinggian. Herannya, hoax macam ini juga diproduksi dan disebar oleh mereka yang bergelar sarjana. Kaum terdidik. Jangan tanya, kuliahnya dulu di mana. Mungkin saja mereka perlu sedikit bergaul dan baca buku. Agar kelihatan “tampak sedikit cerdas dan masuk akal” ketika memproduksi hoax.

Sementara persekusi ada banyak fakta. Sandera kasat mata. Video ancaman beredar di mana-mana. Dan, tak ada tindakan hukum. Malah dibiarkan begitu saja. Semua ini jelas-jelas bukan hoax. Tapi, fakta ini diabaikan. Boleh jadi karena pertama, kebencian yang sudah sampai urat nadi. Pokoknya “gak suka ya gak suka’. Apapun, tetap “gak suka’. Kedua, die hard dan kelewat fanatik terhadap tokoh atau ormas. Hingga, hilang obyektivitas nalar. Akibatnya, sensi dan gampang tersinggung. Marah jika tokoh yang dikagumi dianggap salah.

Di sisi lain, ada sejumlah orang karena salah bicara, UU ITE langsung membidiknya. Pasal penghinaan menjeratnya. Segera, dan gak pakai lama. Inilah yang mungkin dianggap Aa’ Gym, bahwa umat merasa tertekan. Ada ketidakadilan yang menggerakkan hati mereka untuk hadir di Monas.

Aa’ Gym seperti mengajak rakyat untuk melihat ini dengan cermat dan obyektif. Mengetuk kesadaran, terutama kepada elit negeri ini yang sudah terlalu jauh mempolarisasi rakyat untuk saling menyerang dan memproduksi kegaduhan. Hanya demi mempertahankan sebuah kekuasaan.

Selain Aa’ Gym, SBY juga ikut mengeluh. Kok mengeluh terus? Setiap orang punya gaya sendiri untuk berekspresi. Positif thinking saja. Di Twitter SBY menulis: “Saya pernah jadi calon presiden dua kali. Saya tidak pernah menyalahkan dan memaksa ketum partai-pertai pendukung untuk mengampanyekan saya.” Kata-kata SBY mengisyaratkan adanya tekanan kepada sejumlah ketua partai. Jika benar, berarti bukan hanya ulama dan umat yang merasa tertekan, tapi juga ketua-ketua partai.

Sama nasibnya seperti media televisi. Tertekan! Tahu dari mana? Reuni 212 tak ada TV yang meliput. Kecuali TV One. Apakah Reuninya gak menarik? Omong kosong! 10 juta manusia berkumpul dengan beragam dinamika dan heroisme yang unik dan langka kok gak menarik? Apakah lebih menarik bagi-bagi sepeda? Bisa aja!

Yang jelas, tidak banyak media TV yang meliput Reuni 212. Tepatnya, tidak berani meliput. Atau, tidak boleh meliput. Sebab, hadirnya 10 juta umat Islam ini berpotensi jadi ancaman buat istana. Pertama, ancaman elektabilitas. Diprediksi, elektabilitas Jokowi turun pasca Reuni 212. Jika prediksi ini nyata, maka posisi Jokowi makin terancam. Saat ini, jarak suara antara Jokowi dengan Prabowo semakin rapat.

Kedua, besarnya massa menjadi pesan kepada istana: Stop persekusi! Stop intimidasi! Dan, jangan main-main dengan pilpres. Jangan sampai pilpres ada kecurangan. Mereka yang hadir di Monas bertekad untuk menjadi saksi dan pengawas yang ikut mengontrol seluruh proses pemilu. Seperti saat Pilgub DKI 2017 lalu. Tidakkah ada Bawaslu? Kepercayaan umat kepada Bawaslu, bahkan juga KPU, sudah makin menipis.

Jika kecurangan tetap dipaksakan terjadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama, akan lahir pemimpin yang tak berintegritas. Gak mutu! Karena kemenangannya dipaksakan. Bukan karena pilihan fair dari rakyat. Kedua, jika tidak terkendali, tak menutup kemungkinan people power akan terkonsolidasi. Dan ini tentu akan mengganggu proses demokrasi dalam pilpres.

Dengan besarnya massa yang hadir di Reuni 212, ada peluang mengulang peristiwa dua tahun lalu. Saat itu korbannya adalah Ahok yang dianggap kebijakannya tidak pro dan merugikan umat Islam. Reuni 212 kali ini tak menutup kemungkinan juga akan makan korban. Siapa korban berikutnya? Tunggu pilpres 2019.

Tags: 212IstanaReuniUmat Islam
Share17Tweet11Send
Previous Post

Pemuda Muhammadiyah: Umat Islam Bersatu Menjadi Kekuatan Dahsyat

Next Post

Bersiaplah Pendaftaran Beasiswa PMLD Kemenag Dibuka Mulai Hari Ini

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result