Bangkok, Gontornews — Berbeda dengan kebanyakan negara, Pemerintah Thailand, Kamis (5/1/2023), tidak mengharuskan pelancong asal Cina untuk melakukan tes Covid-19 sebelum masuk ke negaranya. Thailand berharap kebijakan ini mampu memulihkan sektor pariwisata pasca-Covid-19.
Sebagai informasi, Cina mengalami lonjakan kasus Covid-19. Unit pelayanan kesehaatan seperti rumah sakit hingga krematorium mulai kebanjiran pasien imbas dari pencabutan kebijakan ‘zero-covid’ oleh pemerintah.
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Perancis memberlakukan aturan baru yang mewajibkan para pelancong asal Cina untuk menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum masuk ke negara mereka.
“Thailand tidak mewajibkan hasil tes Covid-19 bagi wisatawan dari negara manapun,” kata Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnavirakul, sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Cina merupakan tuis asing terbesar yang masuk ke Thailand sebelum pandemi dengan hampi 11 juta kedatangan pada tahun 2019.
Sektor pariwisata Thailand menyumbang hampir 20 persen pendapatan nasional sebelum pandemi. Pembatasan yang ketat saat krisis kesehatan memuncak telah berdampak buruk bagi sektor pariwisata tak terkecuali hotel, restoran hingga operator tur secara nasional.
“Ini adalah kesempatan untuk memulihkan situasi ekonomi kita dan pulih dari kerugian yang kita derita selama hampir tiga tahun,” sambung Autin.
Pada bulan Desember, Thailand mencatat 10 juta pengunjung internasionalnya pada tahun 2022. Angka ini meningkat drastis ketimbang kedatangan 430.000 pengunjung pada tahun 2021. Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari angka pengunjung internasional yang masuk ke negara Gajah Putih pada tahun 2019 dengan 40 juta kedatangan.
Pada tahun 2023, pejabat Thailand memperkirakan ada 20 juta kedatangan pengunjung internasional. Dengan masuknya wisatawan asal Cina, Thailand memprediksi angka kunjungan hingga 25 juta pengunjung internasional. [Mohamad Deny Irawan]





















