Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan, Kamis (1/4/2021), berencana untuk mengeluarkan paspor vaksin bagi mereka yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Pemerintah Korsel berharap penerbitan paspor vaksin dapat menghidupkan kembali sektor perjalanan internasional sembari meminimalisir risiko infeksi agar tetap terkendali.
Perdana Menteri Korsel, Chung Sye-kyun mengatakan pemerintah akan meluncurkan aplikasi seluler yang memungkinkan wisatawan internasional menunjukkan bukti digital vaksinasi.
“Perkenalan paspor vaksin atau ‘Green Pass’ memungkinkan mereka yang telah menerima vaksin untuk pulih dengan kehidupan keseharian mereka,” kata PM Chung. Rencananya, aplikasi seluler tersebut akan menggunakan teknologi blockchain untuk mencegah pemalsuan.
Pengadopsian aturan paspor vaksin menjadi isu kontroversial di banyak negara. Saat Cina dan beberapa negara memperkenalkan sertifikat vaksin dan Uni Eropa tunduk terhadap desakan negara-negara Eropa Selatan yang bergantung pada sektor pariwisata, ada negara-negara yang terang-terangan menolak konsep paspor vaksin tersebut.
Pada Kamis, Korsel telah memperluas akse vaksinnya. Pada periode awal vaksinasi, pemerintah memprioritaskan lansia berusia 75 tahun ke atas untuk menerima vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Lebih dari 86 persen dari 3,5 juta kelompok masyarakat lansia telah berencana untuk mendapatkan suntkan dosis pertama vaksin Covid-19.
Badan pengendalian dan pecegahan penyakit Korea, Korean Disease Control and Prevention Agency (KDCA) menyebut pemerintah telah memberikan 877.000 dosis pertama vaksin Covid-19.
Sehari sebelumnya, KDCA juga mengumumkan penambahan 551 kasus baru Covid-19. Secara total, Korsel mengonfirmasi 103.639 kasus positif dan 1.735 kematian akibat virus asal Cina tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















