Fort Lauderdale, Gontornews — Rabu (10/8), Donald Trump menuduh Presiden Barack Obama sebagai pendiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mendatangkan malapetaka dari Timur Tengah ke kota-kota Eropa.
Sesaat kemudian, pada topik lain, ia menyebutkan nama lengkap presiden: Barack Hussein Obama.
“Dalam banyak hal, Anda tahu, mereka menghormati Presiden Obama,” kata Trump dalam kampanye di Fort Lauderdale, Florida. “Dia adalah pendiri ISIS.”
Dia mengulangi kata-katanya sampai tiga kali.
“Dia adalah pendiri ISIS, oke?” dia menambahkan. “Dia pendirinya. Ia mendirikan ISIS.”
Trump telah lama menyalahkan Obama dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton atas kebijakannya di Timur Tengah yang menciptakan kekosongan kekuasaan di Irak yang akhirnya dimanfaatkan oleh ISIS.
Dia telah mengkritik tajam Obama yang menarik pasukan AS dari Irak, sebuah keputusan yang oleh banyak kritikus Obama, dinilai telah menciptakan ketidakstabilan yang membuat kelompok-kelompok seperti ISIS berkembang.
Gedung Putih menolak mengomentari tuduhan Trump.
Mantan maestro properti dan bintang reality show itu kemudian mengkritik Clinton, saingannya dari Partai Demokrat untuk pemilihan presiden AS.
“Dan saya akan mengatakan, rekan pendirinya, Hillary Clinton, akan kalah,” katanya.
Calon presiden dari Partai Republik itu di masa lalu telah menuduh Clinton sebagai “pendiri” kelompok ISIS.
ISIS awalnya adalah afiliasi lokal dari al-Qaeda di Irak, dan telah melakukan serangan besar-besaran terhadap mayoritas Syiah Irak, yang memicu ketegangan dengan pimpinan pusat al-Qaeda.
Pemimpin kelompok lokal kelahiran Jordania, Abu Musab al-Zarqawi, yang tewas pada tahun 2006 dalam serangan udara AS masih diakui sebagai pendirinya.
Tuduhan Trump – dan penyebutan nama tengah Presiden, Hussein – telah menggemakan tuduhan sebelumnya saat ia mempertanyakan loyalitas Obama.
Pada bulan Juni, ketika seorang pria bersenjata yang mengaku setia kepada ISIS menewaskan 49 orang di sebuah klub malam Florida, Trump menuduh Obama bersimpati kepada kelompok itu ketika ia mengatakan, “Obama tidak mendapatkannya, atau ia mendapatkan yang lebih baik dari siapa pun yang mengetahui.”
Di masa lalu, Trump juga melontarkan tuduhan palsu bahwa Obama adalah seorang Muslim atau lahir di Kenya, asal ayah Obama.
Trump melemparkan tuduhannya saat berkampanye di sebuah arena olahraga, di mana pendukungnya meneriakkan kata-kata kotor terhadap Clinton dan berteriak “sekap tubuhnya”.
Dia juga mencerca terhadap fakta bahwa ayah penembak Orlando, Seddique Mateen, yang terlihat dalam kerumunan di belakang Clinton selama kampanye hari Senin di Florida. “Tentu saja dia mendukung Hillary Clinton,” paparnya.
Trump telah dikritik selama seminggu terakhir karena komentar yang dibuatnya yang menyarankan pendukung untuk menggunakan senjata demi menghentikan Clinton dari pencalonan presiden dan memilih calon baru.
Namun jurubicara kampanye Trump kemudian membantah tuduhan bahwa komentar-komentar Trump telah mendorong pendukungnya untuk membunuh Clinton. [Rusdiono Mukri]




















