Ankara, Gontornews — Dua atase militer Turki yang bekerja di kedutaan Turki di Yunani hilang setelah dipanggil kembali ke Ankara sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kudeta militer yang gagal. Demikian kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
“Dua atase militer Turki yang berbasis di Yunani melarikan diri ke Italia dan otoritas Turki akan menghubungi para pejabat Italia untuk meminta mereka kembali,” papar Cavusoglu kepada televisi Turki NTV, Kamis (11/8).
Sebelumnya pada hari Kamis, seorang pejabat Turki berbicara kepada kantor berita Reuters mengklaim bahwa atase militer Turki di Bosnia juga hilang. Namun klaim ini dengan cepat dibantah oleh kedutaan Turki di negara itu.
“Atase militer Turki di Bosnia tidak dipanggil ke Ankara, ia melakukan kegiatan seperti biasa,” seorang petugas pers dari kedutaan mengatakan pada hari Kamis. Ia menambahkan, hanya ada satu atase militer Turki di Bosnia.
Di sisi lain, kedutaan Turki di Athena menegaskan kepada Al Jazeera, dua atase militer mereka, Kolonel Ilhan Yasitli dan Kolonel Halis Tunc, menghilang dengan keluarga mereka, menyusul penyelidikan tentang dugaan hubungan mereka dengan Fethullah Gulen dan jaringannya.
Pemerintah Turki menuduh Gulen, ulama dan pengusaha yang bermukim di AS, mendalangi kudeta gagal bulan lalu.
Menurut pejabat Turki, sebanyak 160 anggota militer dicari sehubungan dengan kudeta gagal 15 Juli yang masih buron, termasuk sembilan jenderal.
Sementara itu seorang Laksamana Turki yang bertugas di NATO di Amerika Serikat telah mencari suaka di negara itu setelah Ankara hendak menahannya setelah kudeta gagal 15 Juli, kantor berita Anadolu mengatakan pada hari Rabu tanpa menyebutkan sumbernya.
Anadolu tidak mengatakan apakah AS telah menerima suaka Laksamana Mustafa Zeki Ugurlu, yang datang pada saat hubungan antara Washington dan Ankara menegang.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kemudian mengatakan kepada televisi Turki NTV bahwa Ankara masih menunggu jawaban dari pejabat AS tentang laksamana itu.
Ugurlu, yang ditempatkan di Allied Command Transformation NATO di Norfolk, Virginia, adalah salah seorang tersangka pelaku kudeta di Turki dan telah dipecat dari angkatan bersenjata, Anadolu melaporkan.
Ugurlu belum diketahui kabarnya sejak 22 Juli ketika ia meninggalkan pangkalan itu, katanya. [Rusdiono Mukri]





















