Yerusalem, Gontornews — Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rencananya di Timur Tengah yang telah lama tertunda pada hari Selasa (28/1) di tengah penolakan berulang kali oleh Palestina.
“Hari ini Israel telah mengambil langkah raksasa menuju perdamaian,” kata Trump ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di sisinya.
“Visi saya menghadirkan solusi win-win untuk kedua belah pihak,” katanya, seraya menambahkan bahwa para pemimpin Israel mengatakan mereka akan mendukung proposal tersebut.
Sebelum proposal itu diumumkan, orang-orang Palestina menyebutnya sebagai kematian untuk Palestina.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas diperkirakan akan membuat pernyataan pada pukul 19.00 GMT.
Inisiatif Trump, yang perancang utamanya adalah menantunya, Jared Kushner, mengikuti garis panjang upaya untuk menyelesaikan salah satu masalah paling sulit di dunia. Pembicaraan damai Israel-Palestina gagal pada tahun 2014.
Palestina telah menolak untuk melibatkan administrasi Trump dan mengecam proposal tahap pertama – rencana kebangkitan ekonomi $ 50 miliar yang diumumkan Juni lalu.
Garis besar isi proposal 50 halaman itu mengakui kedaulatan Israel atas blok-blok pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, sesuatu yang hampir pasti akan ditentang oleh Palestina. Trump mengatakan Israel akan diberikan kontrol keamanan Lembah Jordan di Tepi Barat yang diduduki.
Pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, rencana itu menyerukan pembentukan Negara Palestina. Sebelumnya tidak jelas apakah rencana itu akan meninggalkan solusi dua negara.
Trump mengatakan Yerusalem akan tetap menjadi “ibukota Israel yang tidak terbagi”. Namun dia juga mengatakan, dalam proposal itu, “Yerusalem timur” akan berfungsi sebagai ibukota Negara Palestina. Namun dia tidak menguraikan apa yang dimaksud dengan Yerusalem timur.
Trump sudah mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, dan sudah memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota itu. []





















