Istambul, Gontornews — Akibat penahanan yang dilakukan pemerintah Turki terhadap seorang pastor asal AS yang diduga terlibat melakukan kudeta pada dua tahun lalu, negeri Paman Sam menjatuhkan sanksi dan menaikkan tarif impor untuk Ankara.
Menyikapi sanksi tersebut, Turki kemudian mengambil langkah-langkah yang diperlukan terkait perekonomian di tengah anjloknya mata uang lira yang semakin parah.
“Tetap penting bagi Turki untuk mempertahankan posisi kebijakan politiknya. Beralih ke mata uang asing akan berarti menyerah kepada musuh”, ungkap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seperti dikutip Reuters dan CNBC Indonesia (14/8) menjelaskan.
Masih dari sumber yang sama, Erdogan mengatakan bahwa negaranya juga akan memboikot berbagai produk elektronik dari Amerika Serikat (AS). “Kami akan memboikot barang-barang elektronik AS. Jika [AS] punya iPhone, ada Samsung di lain pihak,”ujarnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















