Istanbul, Gontornews — Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar Amerika Serikat untuk Turki karena menyukai Tweet mengenai Devlet Bahceli yang baru-baru ini jatuh sakit.
Dalam kicauan tersebut, Turki harus siap menghadapi ranah politik tanpa Bahceli. Tweet tersebut seolah mengabarkan bahwa gangguan kesehatan yang dialami Bahceli sangat serius.
Bahceli sendiri merupakan pemimpin Partai Gerakan Nasional Turki (Milliyetçi Hareket Partisi/MHP) pendukung kepemimpinan Presiden Turki, Racip Tayyep Erdogan. Kedua partai beraliansi untuk pemilihan parlemen dan presiden tahun lalu guna mencapai suara mayoritas di parlemen.
Dalam menanggapi pemanggilan tersebut, Kedutaan Besar AS untuk Turki melayangkan dua kali permohonan maaf pada hari Sabtu (5/10) dan Ahad (6/10).
“Kami memohon maaf atas kesalahan yang terjadi pada akun twitter kami kemarin. Kami tidak mengaitkan diri dengan Ergun Babahan juga tidak mendukung atau menyetujui isi tweetnya. Kami mengulangi penyesalan kami atas kesalahan ini,” kata pernyataan resmi Kedutaan Besar AS untuk Turki, sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, juru bicara partai AK, Omer Celik, menyebut bahwa masalah ini tidak cukup hanya dengan menghapus tweet saja sekaligus mendesak pemerintah untuk melakukan penyelidikian khusus mengenai hal ini.
“Ini menunjukkan bahwa beberapa orang yang bekerja di Kedutaan Besar melakukan upaya khusus untuk merusak hubungan kedua negara,” kata Celik.
“Kedutaan Besar Amerika Serikat perlu mencoba untuk memahami Turki bukan melalui orang-orang yang terkait dengan organisasi teroris tetapi melalui orang-orang yang dapat melakukan analisis dengan tepat,” tambah Celik.
Sebelumnya, Pemerintah Turki telah mendakwa tiga karyawan AS terkait tuduhan terorisme. Salah satu dari mereka bahkan dijatuhi hukuman penjara pada bulan Januari tetapi telah dibebaskan. Sedangkan dua karyawan kedutaan AS lainnya mendapatkan tuduhan serupa karena terbukti memiliki jaringan dengan Fathullah Gullen.
Terkait kondisi Bahceli, wakil ketua MHP mengatakan bahwa Bachceli telah pulih dari penyakitnya dan akan kembali bekerja minggu depan. [Mohamad Deny Irawan]





















