Ankara, Gontornews — Pengiriman awal sistem rudal pertahanan S-400 Rusia melalui udara akan berlanjut hingga 23 Juli mendatang.
Pesawat ke-13 tiba di Turki pada 17 Juli untuk mengirimkan komponen sistem pertahanan udara jarak jauh. Rudal itu direncanakan akan dikirim melalui laut, menurut sumber militer, kantor berita Rusia TASS melaporkan.
Turki pada 12 Juli menerima pengiriman pertama sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Sejak itu, penerbangan kargo dari Rusia telah tiba di Pangkalan Udara Mürted di ibukota Ankara.
Penempatan batch pertama dari sistem akan selesai pada akhir tahun dan total penyebaran akan diselesaikan hingga April 2020, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan sebelumnya.
Pembicaraan mengenai sistem S-400 antara Ankara dan Moskow dimulai pada November 2016.
Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan pada bulan September 2017 mengumumkan bahwa Turki dan Rusia menandatangani perjanjian mengenai pengadaan S-400.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Turki meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena pembelian S-400 buatan Rusia, yang menurut Washington akan membahayakan peran Turki dalam program jet tempur F-35 dan dapat memicu sanksi.
Menyusul upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari Amerika Serikat tanpa hasil, Ankara memutuskan pada 2017 untuk membeli sistem Rusia.
Para pejabat AS mendesak Turki untuk membeli rudal Patriot AS, dengan alasan S-400 akan tidak kompatibel dengan sistem NATO. [RM]























