Brussel, Gontornews — Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengutip apa yang dia katakan sebagai kebohongan yang sengaja disebarkan oleh media milik negara Rusia.
Borrell mengatakan kepada Parlemen Eropa bahwa sangat mungkin untuk membekukan aset dan melarang perjalanan ke UE siapa pun yang dianggap bertanggung jawab atas disinformasi itu.
Tujuannya, katanya, untuk menyoroti pelanggaran semacam itu dan upaya untuk menyesatkan ketika serangan gencar Rusia terhadap Ukraina terus berlanjut.
“Saya akan mengusulkan mekanisme baru yang memungkinkan kami untuk memberikan sanksi kepada para pelaku disinformasi yang memfitnah itu,” kata Borrell dirilis dw.com.
Dia menjelaskan bahwa dia tidak mencoba untuk mendefinisikan apa yang benar atau salah dalam berita, tetapi untuk melindungi masyarakat dari manipulasi.
Borrell secara khusus merujuk pada jaringan televisi milik negara Rusia, Russia Today, dan kantor berita Sputnik.
Dia menggambarkan mereka sebagai contoh “instrumen untuk mendorong narasi yang memanipulasi dan menyesatkan” orang Rusia atas invasi Moskow.
Moskow tidak hanya mengebom rumah dan infrastruktur di Ukraina, kata Borrell, tetapi juga menargetkan Rusia dengan berita palsu dan disinformasi.
“Mereka membom pikiran mereka,” katanya.
Proposal tersebut, yang tidak diberikan rincian waktu oleh Borrell, muncul setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von Der Leyen mengatakan Uni Eropa akan melarang saluran tersebut.
Langkah Ini akan memerlukan berbagai pemerintah Uni Eropa untuk menyetujui nama-nama yang menjadi target sanksi dan menyusun tindakan hukum.[]





















