Nairobi, Gontornews – Presiden petahana (incumbent) Uhuru Kenyatta dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden Kenya di tengah tuduhan kecurangan suara oleh oposisi.
Menurut data resmi yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kenya pada hari Jumat (11/8), incumbent memperoleh 54,27 persen suara. Sedangkan saingannya, Raila Odinga, memperoleh 44,74 persen. Dengan perolehan suara itu maka Pilpres Kenya hanya berlangsung sekali putaran.
“Kami bertekad untuk bersabar dan menunggu hasilnya sampai hari terakhir, dan sekarang hasilnya telah diumumkan,” kata Kenyatta setelah pengumuman tersebut.
“Kami akan melanjutkan pekerjaan yang telah kami mulai … orang Kenya menginginkan kami untuk sukses.”
Lebih dari 15 juta orang memberikan suara. Mereka mewakili 78 persen pemilih terdaftar.
“Negara-negara di seluruh dunia telah memperhatikan kita dengan cermat,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kenya, Wafula Chebukati.
Chebukati mengatakan, pemilihan umum telah berlangsung secara “adil dan kredibel”.
Pengumuman hasil pemilu ditunda berjam-jam setelah pejabat KPU mengatakan bahwa mereka memerlukan waktu untuk memeriksa dokumen dari beberapa distrik pemungutan suara.
Sesaat sebelum hasilnya diumumkan, anggota oposisi mengatakan mereka akan menolaknya.
“Kami tidak akan berpesta untuk itu selama masalah kami belum ditangani. Kami dapat menyimpulkan bahwa KPU tidak tertarik untuk menanggapi masalah kami secara serius,” tandas Musalia Mudavadi, pejabat senior National Super Alliance (NASA) dan mantan Wakil Presiden Kenya.
Sedangkan James Orengo, pejabat senior NASA lainnya, menyebut proses pemilihan sebagai “permainan tangan” dan “bencana”.
“Anda tidak hanya mengadakan pemilihan untuk kepentingan itu dan pemilihannya bukan tentang mengumumkan pemenang dan pecundang,” katanya. [Rusdiono Mukri]





















