New Delhi, Gontornews — Menteri Kesehatan India, Ahad (22/11), mengatakan uji coba vaksin Covid-19 tahap ketiga milik India akan selesai dalam satu atau dua bulan mendatang. Jika tepat waktu, maka realisasi vaksinasi India akan menjadi penggunaan vaksin Covid-19 tertinggi di dunia nomor dua sekaligus tercepat.
Secara teknis, Dewan Riset Medis India (Indian Council on Medical Research/ICMR) melibatkan Bharat Biotech dalam mengembangkan vaksin Covid-19. Untuk uji coba klinis vaksin Covid-19 fase ketiga, keduanya melibatkan sekitar 26.000 sukarelawan.
“Kami sedang dalam proses mengembangkan vaksin asli (milik) kami. Saat ini (pengembangan) dalam proses menyelesaikan uji coba fase ketiga dalam satu dalam dua bulan ke depan,” kata Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan, kepada Reuters.
Hingga Juli 2021, Vardhan menegaskan bahwa pemerintah India juga berencana untuk mengimunisasi sekitar 200-250 juta warga India. Ia menambahkan bahwa pemerintah memberlakukan otorisasi vaksin darurat pada September dengan lansia dan pekerja berisiko tinggi terpapar Covid-19.
Berbeda dengan kebanyakan negara, India mengandalkan program COVAXIN serta empat kandidata vaksin yang akan diuji secara lokal. Kebijakan ini mereka terapkan karena India tidak mengharapkan akses vaksin Covid-19 dri produsen vaksin Covid-19 Pfizer atau Moderna.
Beberapa vaksin eksperimental yang dilaksanakan di India adalah vaksin AstraZeneca asal Inggris, Sputnik-V asal Rusia, ZyCov-D Zydus dan vaksin yang dikembangkan Baylor College of Medicine dan Dynavax Technologies.
Pada Ahad (22/11), India melaporkan 45.209 kasus infeksi baru sehingga total kasus yang terkonfirmasi menjadi 9,09 juta kasus. Sementara untuk kematian bertambah 501 kasus sehingga menjadi 133.227 kasus. [Mohamad Deny Irawan]


















