Kyiv, Gontornews — Badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR, Kamis (26/1/2023), meminta pemerintah Ukraina dan Eropa untuk bersiap menerima gelombang pengungsi. Komisioner UNHCR, Filippo Grandi, mengatakan gelombang pengungsi akan terus terjadi karena Rusia hanya memberikan akses terbatas kepada badan pengungsi Ukraina.
“Saya tidak bisa membuat prediksi militer. Itu bukan keahlian saya,” kata Grandi dari Kyiv, Ukraina.
“Tapi satu hal yang bisa saya katakan adalah, tentu saja setiap perang berisiko menyebabkan perpindahan dengan satu atau lain cara. Kita harus bersiap dengan itu,” ujarnya.
“Seperti yang telah kita llihat di mana-mana, di Mariupol, Kherson. Setiap kali pertempuran meningkat, orang-orang akan secara alamiah berusaha untuk mencari keselamatan,” sambung Grandi sebagaimana dilansir Channel News Asia dari AFP.
“Kami mengatakan kepada pemerintah Ukraina, tetapi juga kepada pemerintah negara tetangga untuk bersiap untuk segara kemungkinan,” imbuh Grandi.
UNHCR memperkirakan bahwa pertempuran sejak Februari 2021 telah mendorong 8 juta pengungsi ke luar wilayah Ukraina. Sementara enam juta pengungsi lain berpindah ke bagian lain dari Ukraina untuk mencari keselamatan.
Grandi melanjutkan bahwa Eropa telah mengizinkan organisasinya untuk bekerja sama dengan mereka yang melarikan diri dari konflik bersenjata. Sementara Moskow tidak begitu menerima para pengungsi.
“Di Federasi Rusia, kami memiliki akses yang sangat terbatas untuk membantu warga Ukraina. Kami telah menawarkan lebih banyak bantuan, tetapi bantuan itu harus datang dengan akses orang-orang itu dan sangat sporadis dan terbatas,” tandas Grandi. [Mohamad Deny Irawan]






















