Sanaa, Gontornews — Organisasi dunia penyandang dana untuk anak-anak, UNICEF, menyebut Yaman sebagai neraka bagi anak-anak. Hal ini didasari dari penelusuran UNICEF di sebuah rumah sakit di ibukota Yaman, Sanaa, Kamis (13/9) yang menemukan beberapa anak dengan kondisi kurang gizi.
“Konflik telah membuat Yaman menjadi neraka bagi anak-anak,” ungkap perwakilan UNICEF di Yaman, Meritxell Relano, sebagaimana dilansir Reuters.
Relano menyebut terdapat lebih dari 11 juta anak atau 80% populasi negara di bawah 18 tahun mengalami kekurangan makanan, penyakit, serta kurangnya akses pemenuhan kebutuhan sosial mendasar.
“Diperkiran, 1,8 juta anak mengalami kekurangan gizi di negara ini. Hampir 400.000 dari mereka mengalami kekurangan gizi akut dan berjuang untuk hidup setiap harinya,” tambah Relano.
Konflik internal dan perang dengan Arab Saudi telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Yaman. UNICEF pun mencatat ada sekitar 8,4 juta warga Yaman berada di ambang kelaparan sedangkan 22 juta orang lainnya sangat bergantung pada bantuan asing yang mereka terima.
“Situasi keluarga tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan dan berada di tengah perang, merupakan bencana besar,” kata Relano.
Saat ini, UNICEF tengah memberikan pengobatan terapeutik bagi 244.000 anak yang kekurangan gizi di bawah usia 5 tahun serta perawatan mikronutrien bagi lebih dari 317.000 balita.
UNICEF meminta kepada semua pihak agar memberikan rasa aman serta melindungi setiap warga sipil dan segala yang mereka butuhkan.
“Pihak-pihak tersebut harus memenuhi kewajiban untuk melindungi warga sipil, infrastruktur sipil serta akses yang memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sosial dasarnya serta kesempatan untuk bertahan hidup,” pungkas salah seorang koordinator kemanusiaan di Yaman, Lisa Grande. [Mohamad Deny Irawan]





















