Accra, Gontornews — Mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, dimakamkan di kampung halamannya di Ghana, Afrika Barat. Pemakaman dihadiri banyak pemimpin dan pejabat dunia. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Annan yang meninggal Agustus lalu di Swiss.
Pemakaman yang berlangsung, Kamis (13/9), dipimpin langsung oleh istri Annan, Nane Maria. Ratusan pelayat yang terdiri dari pemimpin dunia baik di masa ia menjabat maupun saat ini ikut hadir dalam pemakamannya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sekjen PBB pertama yang berasal dari Afrika, Ras Sahara.
“Cintaku, kamu sekarang kembali ke rumah di mana kamu memulai perjalanan panjangmu. Tapi semoga kebijaksanaan dan welas asihmu terus membimbing kita, di mana pun kita berada,” kata Maria di pemakaman kenegaraan di ibukota, Accra seperti dikutip Aljazeera.
Annan memimpin PBB sejak 1997 hingga 2006, menjadi orang pertama dari Afrika Ras Sahara yang menjadi Sekjen PBB. Dia meninggal pada 18 Agustus lalu di usia 80 tahun di rumahnya di Swiss setelah menderita sakit yang tidak lama.
Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo memberikan penghormatan kepada Annan dengan menjadikan hari kepergiannya sebagai hari berkabung nasional yang berlangsung selama tiga hari. Ia menyebut Annan sebagai “Salah satu tokoh yang sesungguhnya sebagai ikon dari zaman modern”.
Sementara itu, Saudara Annan, Kobina dalam pemakamannya juga menyampaikan rasa bangga terhadap Annan dan menganggapnya bukan hanya sebagai pemimpin maupun negarawan saja namun juga sebagai figur ayah.
“Kami kehilangan saudara laki-laki, seorang suami, ayah, kakek dan paman, seorang lelaki dengan keyakinan mendalam yang berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai keadilan, integritas, kebaikan, dan pelayanan pada diri kami, sebagaimana dia telah mengadvokasi perdamaian dan hak asasi manusia di seluruh dunia,” kata Kobina.
Sedangkan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, memuji teman dekatnya tersebut sebagai pemimpin global yang luar biasa dan berwibawa. Annan juga dianggap berani dan seorang integritas, dinamis dan memiliki dedikasi yang tinggi.
“Kofi Annan adalah PBB dan PBB adalah dia,” tambahnya.
Annan, yang berasal dari Kumasi, ibukota wilayah Ashanti diΒ Ghana bagian selatan, dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2001. [Devi Lusianawati]





















