Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Selasa (24/2/2026), menggelar edukasi materi shalat Jamak-Qashar di SMPN 1 Siman Ponorogo dengan menggunakan mainan monopoli interaktif. Kepala SMPN 1 Siman, Siti Rahmawati, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membantu siswa memahami materi fiqih secara lebih menarik dan partisipatif.
“Pemahaman mengenai shalat jamak dan qashar sangat penting bagi siswa, terutama agar mereka mengetahui kemudahan dalam melaksanakan ibadah ketika berada dalam kondisi tertentu seperti perjalanan. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, siswa menjadi lebih mudah memahami materi tersebut,” ungkap Siti Rahmawati mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada Februari 2026 tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena metode pembelajaran melalui permainan edukatif seperti monopoli dapat meningkatkan minat belajar siswa serta membuat suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan,” sambungnya dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Darussalam Gontor yang dilaksanakan di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Program Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan siswa melalui metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan aplikatif.
Secara teknis, tim KKN menggunakan media permainan monopoli edukatif yang berisi kartu pertanyaan dan tantangan terkait materi Shalat Jamak-Qashar. Melalui permainan ini, siswa diminta menjawab pertanyaan setiap kali mereka berhenti pada petak tertentu sehingga proses belajar berlangsung secara aktif dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berisi pemaparan materi mengenai konsep dasar Shalat Jamak-Qashar serta penjelasan kondisi-kondisi yang membolehkan pelaksanaannya. Sesi kedua diisi dengan praktik permainan monopoli interaktif yang melibatkan siswa secara langsung untuk menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta memecahkan kasus terkait pelaksanaan Shalat Jamak-Qashar.
Dosen pembimbing lapangan (DPL) KKNT UNIDA Gontor wilayah Siman, Jaziela Huwaida MPdI, menjelaskan bahwa penggunaan media permainan edukatif seperti monopoli ‘interaktif’ dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
“Dengan metode ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar melalui aktivitas bermain sambil berpikir kritis sehingga pemahaman mereka terhadap materi fiqih menjadi lebih mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















