Ngawi, Gontornews — Sekitar 25 guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 Mantingan,Ngawi, mengikuti pelatihan penyusunan alat evaluasi pembelajaran yang diselenggarakan tim peneliti dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Ketua tim peneliti, Assoc Prof Dr Ihwan Mahmudi MPd, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi para guru dalam merancang instrumen evaluasi pembelajaran Muthala’ah berbasis level kognitif Bloom.
“Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam merancang instrumen evaluasi yang sistematis, terukur, dan selaras dengan capaian pembelajaran Muthala’ah,” ungkap Dekan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor tersebut.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menghasilkan instrumen evaluasi, bukan hanya untuk mengukur pengetahuan dasar, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir analisis, evaluatif dan berdaya cipta,” sambungnya kepada Gontornews.com.
Dalam prosesnya, pelatihan ini dilakukan oleh tim periset yang terdiri Prof Ihwan sebagai ketua tim, Siti Nikmatul Rochma MPd, Faiz Rizki Muhammad MPd dan Fikriyah MPd. Mereka melakukan penelitian sebanyak 7 sesi selama 3 bulan, mulai November 2025 hingga Januari 2026.
Para peserta, yang merupakan guru Muthala’ah, mengikuti sejumlah agenda seperti kegiatan penguatan pemahaman konsep evaluasi pembelajaran, perumusan indikator penilaian, hingga penyusunan soal yang sesuai dengan karakteristik materi bacaan bahasa Arab sesuai dengan level kognitif Bloom dari C1 hingga C6, serta panduan skoring dalam penilaian.
Adapun sebagai sentuhan teknologi, tim peneliti juga menambahkan pelatihan penggunaan aplikasi Classmarker, sebuah platform evaluasi berbasis digital yang dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan evaluasi secara lebih efektif dan terukur.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, UNIDA Gontor tidak hanya menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, tetapi juga memperkuat peran strategis perguruan tinggi pesantren dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor.
“Kami berharap hasil pelatihan ini mampu mendorong pelaksanaan evaluasi pembelajaran Muthala’ah yang lebih efektif, objektif, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan membaca dan memahami teks bahasa Arab santriwati,” tutup Siti Nikmatul Rochma, anggota tim peneliti. [Mohamad Deny Irawan]





















