Ponorogo, Gontornews – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Jannatul Firdaus Desa Siman, Ponorogo, menjadi mitra pengabdian masyarakat dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Metode 4T 1M (Tasmi’, Tilawah, Tafhim, Tikror, dan Murojaah)” sebagai strategi efektif dalam membantu santri menghafal Al-Qur’an.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Ust. Wahyu Septrianto, M.Ag, salah satu dosen dari Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor. Ia memberikan workshop intensif kepada guru-guru pengajar TPA Jannatul Firdaus serta para santri mengenai penerapan metode 4T 1M dalam proses pembelajaran hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jannatul Firdaus, pada Selasa, 8 Oktober 2024, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.
Metode 4T 1M yang dikenalkan dalam acara ini terdiri dari lima tahapan, yaitu: Pertama, Tasmi’ (Mendengarkan). Santri mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang benar sebagai panduan. Kedua, Tilawah (Membaca). Santri membaca Al-Qur’an dengan tartil di bawah bimbingan guru. Ketiga, Tafhim (Memahami). Memberikan pemahaman tentang urutan ayat dan maknanya. Keempat, Tikror (Mengulang). Santri mengulang hafalan secara berkala untuk memperkuat ingatan. Dan kelima, Murojaah (Mengulang Kembali). Mengulang kembali hafalan yang telah dikuasai agar tidak lupa.
Workshop ini diikuti oleh guru-guru dan santri dengan antusias. Mereka sangat terbantu dengan adanya metode yang sistematis untuk mempercepat dan memudahkan hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan metode 4T 1M, terutama dalam mendidik generasi usia dini agar dapat menghafal Al-Qur’an dengan lebih mudah dan efektif.
Melalui program pendampingan ini, diharapkan para guru di TPA Jannatul Firdaus mampu mengimplementasikan metode 4T 1M dalam pengajaran sehari-hari. Sehingga santri tidak hanya mampu menghafal dengan cepat, tetapi juga memahami isi Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian dari UNIDA Gontor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan agama di masyarakat. “Kolaborasi antara lembaga pendidikan, orangtua, dan masyarakat sangat penting untuk membimbing anak-anak mencintai Al-Qur’an dan hidup sesuai ajaran Islam,” ujar Ust. Wahyu Septrianto. []






















