Jakarta, Gontornews — Indonesia dan Pakistan tengah berupaya melakukan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Pada 15-17 Mei 2017, Duta Besar RI di Islamabad, Iwan Suyudhie Amri menugaskan Atase Sosbud KBRI untuk memfasilitasi kunjungan delegasi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor untuk menjalin kerjasama dengan International Islamic University (IIU) Islamabad dan Quaid-i-Azam University.
Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor menjelaskan kehadirannya ke Pakistan selain untuk menghadiri seminar internasional tentang terorisme di IIUI juga memperbarui MoU dengan dua universitas di Islamabad itu. “Kami sangat serius menjalankan implementasi dari kesepakatan kerjasama pendidikan yang telah dibuat,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Rektor III UNIDA Gontor Dr Dihyatun Masqan MA menjelaskan, UNIDA telah memiliki MoU kerjasama pendidikan dengan IIUI dan Quaid-i-Azam University pada tahun 2009. “Dalam kurun waktu tersebut delegasi Gontor kerap berkunjung ke Pakistan secara bergantian guna mengimplementasikan isi dari MoU tersebut,” ujarnya.
Adapun poin-poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan, baik dengan Presiden IIUI maupun Rektor Quaid-i-Azam University adalah kedua universitas Pakistan itu dan Gontor akan mengupayakan terwujudnya joint research dan seminar, pertukaran dosen untuk mengajar selama satu semester, peningkatan jumlah arus mahasiswa Indonesia ke kedua universitas tersebut khususnya untuk jurusan ilmu sosial, dan peningkatan saling kunjung antarpimpinan dan dosen universitas.
Pihak universitas Pakistan pun mengapresiasi upaya KBRI dalam memfasilitasi terlaksananya acara tersebut. “Kami mengharapkan untuk dapat berkoordinasi lebih lanjut dalam hal implementasi MoU yang telah kami buat,” tutur Prof Dr Javed Ashraf, Vice Chancellor Quaid-i-Azam University.
“Kami juga bersedia menyelenggarakan Studium General jika ada tokoh penting Indonesia yang berkunjung ke Pakistan,” imbuhnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]




















