Sebelumnya, para ekonom telah memperingatkan, akan sangat mudah bagi Rusia untuk memusnahkan NATO dan memicu keruntuhan total aliansi Barat.
Berdasarkan laporan FEMA, target nuklir Rusia di Pantai Timur Amerika mencakup sejumlah kawasan yang memiliki populasi besar seperti New York, Philadelphia, Miami, Boston, Jacksonville, dan Washington DC.
Ketakutan akan terjadinya Perang Dunia III mencuat setelah sejumlah pihak memperingatkan bahwa ‘perang global’ dapat meletus sewaktu-waktu antara AS dan Rusia terkait konflik di Suriah.
AS sendiri terus meningkatkan kapasitas nuklirnya sebagai upaya menghadapi ancaman dari Rusia, China, dan Korea Utara.
Sementara Moskow pun melakukan hal serupa di mana mereka kabarnya tengah mempersiapkan pengganti SS-18 yang jauh lebih kuat. NATO menjulukinya Satan 2 atau RS-28 Sarmat.
Sebelumnya, bos Pentagon lebih dulu memperingatkan bahwa Rusia bisa saja meluncurkan ‘serangan mengerikan’ pada skala yang belum pernah dibayangkan. Ini bahkan digambarkan lebih menakutkan dari Perang Dingin.
Pada Mei lalu, Rusia dilaporkan tengah bersiap melakukan uji coba nuklir yang disebut-sebut mampu ‘menembus’ sistem pertahanan NATO dan meledakkan kawasan Eropa yang cukup besar hanya dalam hitungan beberapa detik saja.
Rudal RS-28 memiliki kecepatan tertinggi tujuh kilometer per detik dan telah dirancang untuk mengelabui sistem pertahanan rudal.
Sarmat mampu mengangkut hulu ledak 40 megaton atau 2.000 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima pada 1945 silam.
Jaringan berita Rusia, Zvezda, yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa Sarmat mampu menghancurkan area sebesar Prancis atau bahkan Texas.
Tak hanya itu, senjata nuklir ini juga dirancang agar memiliki kemampuan untuk menjangkau 10.000 kilometer di mana ini berarti memungkinkan bagi Rusia untuk menyerang London dan sejumlah kota di Eropa lainnya serta mencapai kota-kota di Pantai Barat dan Timur Amerika.
Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk ‘mengaktifkan’ Sarmat pada akhir 2018 dan menghapus SS-18 pada 2020, demikian seperti dikutip dari Daily Mail.[Dedi Junaedi)






















