Jenewa, Gontornews — Utusan Khusus PBB untuk Suriah, hari Kamis (6/10), mendesak untuk menyelamatkan Aleppo timur. Ia memperingatkan, kota itu akan menghadapi kehancuran total dan mendesak pejuang garis keras untuk meninggalkan wilayah yang dikuasai pemberontak agar warga sipil bisa mendapatkan bantuan.
“Dalam waktu maksimal dua sampai dua setengah bulan, kota Aleppo timur dapat benar-benar hancur,” kata Staffan de Mistura kepada wartawan di Jenewa, Swiss.
Aleppo  timur yang dikuasai pemberontak telah dibombardir oleh pasukan pemerintah yang didukung Rusia. Sejumlah rumah sakit dibom. Ratusan warga sipil tewas dan ribuan terluka.
De Mistura mencatat, keberadaan pejuang Jabhat Fateh al-Sham di kota itu telah digunakan sebagai pembenaran oleh Moskow dan Damaskus untuk terus melakukan serangan.
Sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, kelompok ini baru-baru ini mengubah nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham setelah memisahkan diri dari al-Qaeda, namun para pengamat masih melihat kedua kelompok ini masih memiliki hubungan.
“Jika Anda memutuskan untuk meninggalkan wilayah itu dengan bermartabat, saya pribadi siap secara fisik menemani Anda,” janji utusan PBB itu.
Ia mengatakan, sejarah akan menghakimi Suriah dan Rusia jika mereka terus menggunakan kehadiran sekitar 900 pejuang Fateh al-Sham sebagai “alibi” untuk menghancurkan wilayah terkepung yang dikuasai pemberontak, menewaskan 275 ribu warga, termasuk 100 ribu di antaranya anak-anak.
Pengiriman bantuan kemanusiaan di wilayah yang dikuasai pemberontak yang terkepung di Aleppo tidak dimungkinkan karena pasukan pemerintah telah merebut rute pasokan terakhir bulan Juli lalu. [Rusdiono Mukri]




















