Gaza,Gontornews —Gerakan Perlawanan Islami di Palestina (Hamas) kemarin mengumumkan bahwa pihaknya mendukung Arab Saudi melawan hukum Jasta baru AS.
Penyataan ini disampaikan juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri yang mengatakan, pihaknya siap mendampingi Arab Saudi untuk melawan hukum Amerika Serikat.
“Hamas berdiri di samping Kerajaan Saudi menghadapi Jasta Amerika yang berusaha untuk melemahkan kedaulatan Saudi,” kata Zuhri seperti dilansir MEMO (6/10).
Abu-Zuhri juga menyerukan agar dibentuk aliansi Arab-Islam untuk menghadapi “konspirasi” yang menargetkan seluruh wilayah.
Jasta adalah hukum Amerika yang baru saja disahkan untuk memungkinkan korban serangan 11 September menuntut Arab Saudi. Dalam undang-undang Jasta menganggap setiap negara yang memberikan kontribusi terhadap serangan atau setidaknya gagal mencegah warganya yang mengambil bagian dalam aksi al-Qaeda bisa dituntut bertanggung jawab.
Pengesahan undang-undang Jasta ini sempat diwarnai perbedaan pandangan antara Presiden Amerika Barack Obama, Senat dan Kongres Amerika. Obama mengeluarkan hak vetonya untuk menolak undang-undang tersebut sementara Kongres AS mendukung undang-undang tersebut dan menolak hak veto presiden.
Voting menunjukkan 348 menolak veto dan 77 suara mendukung, sedangkan di Senat 97 orang menolak dan 1 orang setuju.
Sementara itu, sejumlah negara-negara Islam dan Arab mengumumkan solidaritas mereka untuk mendukung Arab Saudi atas undang-undang Jasta, termasuk Turki dan Qatar. [Ahmad Muhajir]




















