Hanoi, Gontornews — Demi menjaga target pertumbuhan ekonomi 6,8 persen tahun 2020, Vietnam segera mengeluarkan paket kebijakan stimulus ekonomi, Rabu (12/2).
Ekonomi Vietnam terganggu dampak negatif virus korona di Cina yang telah menewaskan lebih dari 1.100 orang tersebut. Sementara per Selasa 11 Februari, jumlah kasus virus korona di Vietnam telah mencapai 15 kasus Sebagaimana diketahui, Cina merupakan mitra dagang terbesar Vietnam.
βWabah (korona) telah berdampak luas serta mengganggu rantai pasokan global,β ungkap Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam dalam sebuah pernyataan.
βVietnam memiliki ekonomi terbuka dan berbagi perbatasan panjang dengan Cina. Akibatnya, (penyebaran virus korona di Cina) akan berdampak sangat siginifikan,β imbuh pernyataan yang dilansir Reuters.
Sejauh ini, Bank Sentral Vietnam telah menawarkan kredit terhadap usaha kecil dan menengah. Sementara petani yang terdampak virus korona akan mendapatkan pemotongan suku bunga serta penangguhan pembayaran pinjaman.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Vietnam tengah mempertimbangkan pemotongan dan penundaan pajak serta pembayaran sewa tanah bagi bisnis yang terdampak virus tersebut.
Di antara sektor ekonomi paling terdampak virus korona yaitu sektor pariwisata, transportasi, listrik, pertanian hingga industri asuransi.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi di Vietnam diproyeksikan mencapai angka 6,25 persen untuk tahun 2020. Namun, akibat virus korona, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal pertama βhanyaβ 5,96 Persen.
Sementara inflasi naik hingga 4,86 persen, jauh dari target inflasi pemerintah Vietnam yakni di bawah 4 Persen.
Sejak virus korona merebak pada akhir Januari 2020 lalu, perusahaan penerbangan Vietnam merugi hingga 10 triliun dong atau sekitar 5,8 triliun rupiah. Mayoritas pendapatan yang hilang terjadi akibat pembatasan perjalanan dari dan menuju Cina.
Sementara di sektor pariwisata, Vietnam berpotensi kehilangan potensi pemasukan yang mencapai 5,9 hingga 7,7 miliar dolar AS dalam tiga bulan ke depan akibat menurunnya minat pelancong internasional menuju Vietnam. [Mohamad Deny Irawan]




















