Jenewa, Gontornews — Meski angka penularan virus korona, COVID-19, di Cina menurun, WHO meminta semua pihak untuk tetap waspada. Pasalnya, penurunan angka penularan tidak diikuti dengan angka kematian yang dikabarkan terus bertambah. WHO belum yakin apakah wabah tersebut telah benar-benar melambat atau belum.
Terhitung Selasa (18/2), Provinsi Hubei melaporkan 1.693 kasus virus korona baru. Jumlah ini kabarnya merupakan jumlah terendah dibandingkan kasus serupa tertanggal 11 Februari.
Akan tetapi, angka kematian di Hubei mencapai 132 orang atau meningkat 93 kematian ketimbang hari sebelumnya. Dengan demikian, total kasus virus korona di Cina mencapai lebih dari 74.000 yang diikuti dengan 2.000 kematian.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa data penularan virus korona di Cina memang menunjukkan penurunan. Tapi tren tersebut perlu dimaknai dengan sangat hati-hati.
Sementara di luar Cina, 827 kasus dan 5 kematian terkonfirmasi. Jepang menjadi negara yang paling terdampakan penularan virus ini dengan ‘menyumbang’ angka kasus virus korona di luar Cina. Terutama, dengan adanya kasus baru yang berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang tengah dikarantina di Yokohama, Jepang.
Tedros mengindikasikan ada 92 kasus penyebaran virus korona dari manusi ake manusia di 12 negara di luar Cina.
“Kami belum melihat penularan virus korona (dari manusia ke manusia) kecuali dalam situasi tertentu seperti di kapal pesiar Diamond Princess,” kata Tedros sebagaimana dilansir Reuters.
Sepanjang pekan ini, WHO menerima laporan dari 40 negara di Afrika dan 29 negara di Afrika terkait alat pendeteksi COVID-19.
“Banyak dari negara-negara telah mengirimkan sampel ke negara lain untuk dilakukan pengujian dan memerlukan beberapa hari untuk menemukan hasil. Sekarang, mereka bisa melakukannya sendiri dalam 24-48 jam,” tambah Tedros.
Direktur darurat kesehatan WHO, Mike Ryan, mengapresiasi upaya Cina dalam mengendalikan penyebaran virus korona. “Saat ini pendekatan strategis dan taktis yang dilakukan oleh Cina adalah benar,” pungkas Ryan. [Mohamad Deny Irawan]





















