Ngawi, Gontornews — Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Asy-Syarif, Syaikh Prof Dr Muhammad Abdurrahman Muhammad Adh-Dhuwaini, bahagia dapat berada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia bahkan menganggap Pondok Modern Gontor selalu berada di hati Al-Azhar.
Syaikh Prof Dr Muhammad Abdurrahman Muhammad Adh-Dhuwaini menyampaikan salam dari Grand Syaikh Al-Azhar, Syaikh Ahmad Al Thayyib, dan rasa terima kasih kepada keluarga besar PMDG atas sambutan yang diberikan. Ia juga berharap agar pertemuan ini bukanlah pertemuan yang pertama dan terakhir, namun berkelanjutan sampai nanti.
Ia juga menjelaskan tentang pentingnya sikap wasathiyah dalam beragama. Sikap itu juga dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang dalam hidupnya terdapat keseimbangan antara ibadah dan perkara dunia. Di akhir pidato, ia memberikan beberapa wasiat yang salah satunya sikap untuk bersemangat dalam menuntut ilmu syariat.
“Teruslah untuk bersemangat dalam mencari ilmu syariat dan bayangkan bahwa diri Anda semua merupakan kaum yang berdiri di atas kebenaran. Dan jangan pula untuk berhemat dalam waktu dan harta guna menuntut ilmu,” pesan Syaikh Muhammad Abdurrahman Adh-Dhuwaini saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi, Ahad (23/6/2024), dalam rilis yang diterima Gontornews.com dari Humas Gontor.
Sementara itu, Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan bahwa hubungan Gontor dengan Al-Azhar telah berjalin sejak lama. PMDG, lanjut Kiai Hasan, sudah mengirimkan kader-kadernya untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Mesir sejak tahun 1950-an. Kiai Hasan tidak menampik jika Al-Azhar telah memberikan banyak inspirasi kepada PMDG.
“Al-Azhar banyak menginspirasi kita semua dalam hal pendidikan anak-anak kita,” kata Kiai Hasan saat menyampaikan pidato pembuka kedatangan Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Adh-Duwaini dan rombongan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan Ngawi, Ahad (23/6/2024).
Kiai Hasan menjelaskan kader terbaik yang dikirim PMDG untuk melanjutkan studi di Al-Azhar Kairo Mesir yaitu (alm) KH Imam Subakir Ahmad yang sempat mendapatkan amanah sebagai Pembantu Rektor 1 Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor.
Sebagai timbal balik, Gontor juga mendapatkan kehormatan karena Universitas Al-Azhar mengirimkan dua guru untuk mengajar di Gontor yakni Ustadz Ali Al-Khinani dan Muhammad Bayoumi. “Kami sangat menikmati pendidikan, pengajaran, serta perjuangan yang dipersembahkan oleh kedua utusan tersebut,” kenang Kiai Hasan. [Mohamad Deny Irawan]






















