Jakarta, Gontornews–Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyayangkan sikap polri meminta keterangan ahli tafsir dari Mesir dalam kasus penistaan al-Qur’an. Sikap tersebut mengesankan Polri tidak percaya lagi kepada para ulama di Indonesia.
“Sedih melihat ulama Indonesia sudah tak dipercaya lagi, lalu membawa ulama Mesir. Jangan sampai nanti ulama Indonesia tak percaya lagi pada umara,” ujar Fadli dalam akun Twitter @fadlizon, Senin (14/11/2016).
Pernyataan ini terkait rencana pendukung Guberbur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang akan menghadirkan ulama asal Mesir Syaikh Amr Wardani sebagai saksi ahli dalam kasus penistaan al-Qur’an dan ulama. Sidang akan digelar hari Selasa, (15/11).
Melalui akun twutternya, Fadli juga mengkritik sikap pemerintah yang menuturnya tak mampu melihat permasalahan dengan jernih dan bijaksana. Menurutnya, pemimpin itu harus tahu membaca dan melihat keadaan.
“Seperti diagnosa penyakit jangan sakit kepala dikasih obat sakit perut, atau sebaliknya,” kicau pria kelahiran Jakarta, 1 Juni 1971 ini.
Fadli menilai kedatangan ulama Mesir itu mengabaikan pendapat MUI. Padahal, kata Fadli, MUI merupakan rujukan final dalam perkara yang menyangkut masalah agama Islam di Indonesia.
Senada dengan itu, aktivis muda Indra J Piliang menilai sikap Polri sama saja menarik persoalan penistaan al-Qur’an yang dilakukan Ahok ke wilayah internasional.
“Menghadirkan ulama asal Mesir adalah cara internasionalisasi persoalan keagamaan yang ada di RI. Israel juga bakal masuk,” kicaunya melalui akun twitternya Sang Gerilya Batavia @IndraJPiliang. [Ahmad Muhajir]




















