Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Senin (20/03/2023), menganggap pencarian tentang asal usul Covid-19 adalah keharusan. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan setiap hipotesis terkait asal usul Covid-19 yang muncul pun juga harus dieksplorasi untuk mempersiapkan kemungkinan pandemi di masa mendatang.
Sebuah lembaga Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, menilai pandemi Covid-19 bermula dari kebocoran sebuah laboratorium di Cina yang terjadi dengan tidak disengaja. Penilaian tersebut membuat WHO tertekan untuk segera memberikan jawaban. Sementara Cina terus menyangkal tuduhan tersebut.
“Memahami asal-usul Covid-19 serta mengeksplorasi segala hipotesis merupakan keharusan ilmiah untuk membantu kita mencegah wabah di masa mendatang. Upaya ini juga merupakan bentuk moral atas kematian jutaan orang serta mereka yang saat ini hidup dengan Long Covid (Covid berkepanjangan),” kata Tedros sebagaimana dilansir Reuters dari akun Twitter-nya.
Pesan Tedros tersebut muncul dalam rangka memperingati tiga tahun WHO menetapkan status ‘pandemi’ pada wabah global Covid-19.
Sejumlah aktivis, politisi dan akademisi mengatakan bahwa fokus dari peringatan ini adalah upaya pencegahan dari terulangnya pendistribusian vaksin Covid-19 yang tidak merata. Situasi tersebut telah menyebabkan setidaknya 1,3 juta orang meninggal yang sejatinya dapat dicegah dengan pemberian vaksin.
Pada tahun 2021, sebuah tim yang dibentuk WHO mencari asal usul Covid-19 di Wuhan, Cina, dalam beberapa pekan. Laporan tersebut menemukan ada kemungkinan penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui perantara hewan lain. Para peneliti pun mendesak untuk melakukan penelitian lanjutan di lokasi awal Covid-19 yang lantas mendapatkan penolakan dari Cina yang menyebut kunjungan lanjutan tidak diperlukan lagi. [Mohamad Deny Irawan]





















