Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyebut bahwa ancaman terbesar kesehatan global di abad 21 ini adalah perubahan iklim. Karenanya, banyak banyak petugas kesehatan di seluruh dunia bekerja untuk melindungi warga dari dampak buruk perubahan iklim.
Berdasarkan laporan WHO, yang dirilis Anadolu, petugas kesehatan di dunia lebih fokus dalam melindungi orang-orang dari dampak iklim, wabah penyakit menular dan efek kekurangan gizi.
Tidak hanya itu, para petugas kesehatan juga mengobatai pasien kanker dan penyakit tidak menular lain yang disebabkan pencemeran lingkungan.
Belakangan, laporan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak buruk perubahan iklim bagi kesehatan. WHO juga meminta komunitas kesehatan global untuk menyampaikan suaranya untuk membuat perjanjian iklim yang kuat dan efektif.
Perjanjian iklim ini dibuat untuk mengurangi perubahan iklim dan meningkatkan kesehatan termasuk mengurangi jumlah angka kematian akibat kanker, pernyakit pernafasan dan kardiovaskular yang disebabkan oleh polusi udara.
Melalui perjanjian ini pula, komunitas global diharapkan berkomitmen dan berkontribusi terhadap pengembangan serta implementasi langkah-langkah antisipasi perubahan iklim demi melindungi negara, komunitas dan tempat bekerja. [Mohamad Deny Irawan]




















