Nairobi, Gontornews — Pemerintah Tanzania, Kamis (17/6/2021), berharap dapat bergabung dengan fasilitas berbagi vaksin global, COVAX. Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengonfirmasi perubahan taktik penanganan Covid-19 di Tanzania tersebut setelah Presiden John Magufuli wafat pada Maret 2021 yang lalu.
WHO pun menjamin bahwa Tanzania dapat meraih vaksin dari skema COVAX dalam dua pekan mendatang.
Presiden Tanzania pengganti John Magufuli, Samia Suluhu Hasan, secara bertahap telah mendorong negaranya untuk menerapkan standar global untuk mengatasi pandemi Covid-19. Sebagai informasi, Tanzania merupakan satu dari empat negara di Afrika yang belum memulai kampanye vaksinasi Covid-19.
“Kami telah menerima informasi bahwa Tanzania, secara resmi, telah bekerjasama dan bergabung dengan fasilitas COVAX,” ungkap Direktur WHO untuk regional Afrika, Matshidiso Moeti, kepada Reuters.
Sementara itu, Kepala program pengembangan vaksin dan imunisasi WHO untuk Afrika, Richard Mihigo, mengatakan Tanzania telah mengambil langkah nyata dengan mengirimkan formulir permintaan vaksin Covid-19 kepada COVAX. Mereka juga mulai merencanakan pendistribusian serta penyebaran vaksin ke dalam negeri.
“Kami berharap vaksin tiba di negara itu dalam beberapa pekan ke depan,” ucap Mihigo.
“Kami sangat mendorong negara, untuk berbagi data dengan kami sehingga kami dapat memainkan peran paling efektif dalam membantu. Seperti dalam upaya pembuatan target, perencanaan, dimana untuk memulai, fokus yang dituju. Itu hanya bisa dilakukan atas dasar bukti,” tutup Moeti. [Mohamad Deny Irawan]





















