Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Jumat (27/5/2022), mengatakan ‘dunia’ belum memerlukan vaksinasi virus cacar monyet secara massal. Direktur kesiapsiagaan dan pencegahan epidemi dan pandemi WHO, Dr Sylvie Briandl menyatakan hal tersebut saat memberikan pengarahan khusus kepada negara-negara anggota organisasi di Majelis Kesehatan Dunia ke-75 di Jenewa.
“Ini penyakit zoonosis, yang ditularkan dari hewan. Tapi sayangnya, kita belum tahu hewan reservoirnya apa untuk virus ini,” kata Briand sebagaimana dilansir Anadolu.
Briand mengatakan penyakit ini endemik di lebih dari sembilan negara di Afrika. Dalam beberapa tahun terakhir, wabah cacar monyet menyebar dan terkonfirmasi di wilayah tersebut.
“Sejauh ini, kita sudah menghimbau tidak perlu melakukan vaksinasi masal dan tidak perlu kampanya imunisasi secara besar-besaran,” sambung Briand.
WHO, lanjut Briand, mencatat hampir 200 kasus virus cacar monyet yang dilaporkan di seluruh dunia. Dia memperingatkan jumlah kasus ini akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang karena fenomena ini merupakan awal dari peristiwa penyebaran kasus cacar monyet.
“Kami tidak merekomendasikan larangan atau pembatasan perjalanan. Kami perlu terus berkomunikasi tentang apa yang kami tahu perlu dilakukan dan benar-benar meyakinkan publik. Intinya adalah kita hanya perlu mengambil tindakan yang tepat,” tutup Briand. [Mohamad Deny Irawan]






















