London, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Jumat (17/06/2023), memperingatkan tentang bahaya obat sirop beracun yang mengancam global. badan kesehatan PBB itu juga mengatakan pihaknya sedang bekerja dengan enam negara di dunia untuk melacak obat-obatan anak yang berpotensi mematikan tersebut.
WHO mencaatat ada sembilan negara yang masih menjual obat sirop yang tercemar tersebut. Tahun lalu, ada lebih dari 300 bayi di tiga benua yang meninggal dunia akbat mengonsumsi obat beracun tersebut.
Rutendo Kuwana, Kepala WHO untuk kasus obat-obatan palsu dan di bawah standar, menolak untuk menyebutkan enam negara yang bekerja sama dengan lembaganya. Ia memperingatkan bahwa obat-obatan yang terkontaminasi masih akan ditemukan selama beberapa tahun ke depan. Ada kemungkinan, tong dari bahan baku obat-obatan sirop yang tercemar masih tertinggal di gudang, terkhusus sirop obat batuk berbahan baku, propilen glikol, yang memiliki umur simpan sekitar dua tahun.
“Ini adalah risiko yang berkelanjutan,” kata Kuwana sebagaimana dilansir Reuters.
Kuwana menjelaskan bahwa pelaku yang tidak bermoral terkadang mengganti propilen glikol dengan bahan baku alternatif nan beracun seperti etilen glikol dan dietilen glikol karena harganya yang lebih murah. Padahal kedua bahan baku tersebut biasa ditemukan untuk minyak rem atau produk lain yang bukan untuk konsumsi manusia.
Investigasi WHO berangkat dari asumsi bahwa ketika harga propilen glikol melonjak, ada satu atau lebih pemasok yang mencampurkan cairan beracun yang lebih murah dengan bahan kimian yang sah. Namun, lokasi pemasok tersebut masih belum jelas sehingga mempersulit pembuktian ini.
WHO juga mendesak semua negara untuk meningkatkan pengawasan dan menawarkan dukungan kepada negara yang tidak memiliki sumber daya pengujian obat mandiri. Pada saat yang bersamaan, Kuwana meminta masyarakat untuk tidak panik karena sejumlah negara juga bergerak proaktif terkait kasus ini.
“Kita tidak perlu panik karena banyak negara bergerak secara proaktif,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















