Jakarta, Gontornews —T empat wisata di Banda Aceh mungkin masih belum terlalu cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Meskipun tidak sepopuler tempat wisata di daerah lainnya, bukan berarti jika tempat wisata di Banda Aceh ini tidak menarik untuk dikunjungi.
Beberapa tempat wisata di Banda Aceh ini menyimpan sejarah yang sangat panjang dan tak lekang oleh waktu. Ada banyak sekali tempat wisata di Banda Aceh yang merupakan bangunan museum dan monumen.
Selain destinasi wisata berupa bangunan, beberapa tempat wisata di Banda Aceh juga merupakan jenis wisata alam. Akses dan lokasi dari wisata alam ini pun tidak jauh dari pusat kota, sehingga sangat mudah untuk dikunjungi. Berikut ini rangkumannya.
- Museum Tsunami
Nilai sejarah yang ada dan terkandung dalam destinasi wisata yang satu ini, bukanlah mengenai penjajahan Belanda atau Jepang. Seperti namanya Museum Tsunami Aceh ini memang menyimpan sejarah mengenai kejadian yang terjadi pada 2004 silam. Tragedi dimana gelombang tsunami menghancurkan Aceh.
Barang yang dipajang di Museum ini sendiri memang terdiri dari barang-barang yang berhubungan erat dengan kejadian tsunami pada waktu itu. Mereka yang datang berkunjung ke kawasan ini tak hanya berasal dari aceh saja. Namun tak sedikit yang datang dari luar aceh, untuk melihat kemegahan dan cerita mengenai tsunami 2004 silam.
- Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Baiturrahman menjadi ikon Provinsi Aceh. Masjid yang dibangun pada tahun 1612 dan merupakan termegah pada abad ke-18 itu menjadi salah satu bangunan yang selamat saat terjadi musibah tsunami di Aceh pada akhir 2004 lalu.
Masjid Baiturrahman sekarang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk. Luas area masjid pun bertambah kurang lebih sekitar 4 hektar. Di dalam kompleks masjid terdapat sebuah kolam dan menara induk.
- Istana Benua Raja
Istana Benua Raja adalah sebuah bangunan istana peninggalan Kerajaan Benua Tunu yang berada di Aceh Tamiang. Istana ini bisa ditemukan di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak begitu jauh dari Kuala Simpang.
Arsitektur Istana Benua Raja sendiri terlihat seperti rumah peninggalan zaman Belanda. Hal ini mungkin terjadi karena Aceh Tamiang mendapat pengaruh kebudayan dari Belanda saat pembangunan istana.
Itana Benua Raja pun telah dijadikan sebagai situs atau cagar budaya. Akan tetapi istana ini tidak dikelola oleh pihak Pemerintah Aceh Tamiang. Melainkan dikelola oleh para ahli waris keturunan Kerajaan Tamiang yang masih ada sampai saat ini.
- Makam Sultan Iskandar Muda
Sultan Iskandar Muda ini merupakan sosok pemimpin Kerajaan Aceh Darussalam periode 1607-1636 Masehi ini dikenal sebagai raja agung. Nama besar Iskandar Muda yang melegenda, menyedot para wisatawan berziarah ke makam yang berada di kompleks makam raja-raja Aceh di Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah, Banda Aceh, persis di sebelah Meuligo (Pendopo) Gubernur Aceh.
Sejarah mencatat, Iskandar Muda orang paling berpengaruh dan berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian kawasan itu. Karena itu Kawasan ini menjadi incaran para penjajah yang datang.
- Kerkhof Peucut
Kerkhof Peucut tempat wisata sejarah yang satu ini memang sangat kental dengan nuansa penjajahan Belanda. Kompleks makam yang satu ini merupakan salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing di kawasan Aceh. Mereka yang datang berkunjung ke kawasan ini kebanyakan adalah wisatawan dari belanda. Jika kita berkunjung maka kita akan dapat menyaksikan 2.200 nisan yang berjajar di dalam kompleks makam tersebut. Semu itu adalah korban dari peperangan antara Belanda dan rakyat Aceh.
- Benteng Anoi Itam
Wisata yang satu ini merupakan destinasi wisata peninggalan jepang yang berada di kawasan aceh. Lebih tepatnya berada di kawasan pulau Sabang. Benteng ini sebenarnya merupakan sebuah kompleks perbentengan dan gudang penyimpanan amunisi. Di lokasi ini ada beberapa buah benteng yang dihubungkan oleh terowongan. Namun, terowongan-terowongan tersebut telah ditutup. Hal tersebut dilakukan untuk keamanan masyarakat aceh. Maka banyak orang yang menyebut bahwa kota Sabang adalah kota Seribu Benteng.
- Benteng Indra Patra
Aceh memang terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia. Namun, siapa yang menyangka bahwa jauh sebelum pengaruh islam datang ke Aceh. Banyak pemeluk agama Hindu yang berada di daerah ini. Salah satu buktinya adalah keberadaan Benteng Indra Patra. Benteng yang satu ini merupakan salah satu bentang yang didirikan oleh kerajaan Lemur. Kompleks perbentengan tersebut dapat kita temukan dalam susunan Trail Aceh Lhee Sagoe. Dalam susunan tersebut terdapat tiga buah benteng yang tersusun membentuk segitiga. [Fath]





















