Ponorogo, Gontornews — Yayasan Maziyah Indonesia (YMI), Sabtu (31/05/2025), menyerahkan bantuan donasi sebesar 110 juta Rupiah dalam rangka pembangunan aula Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) Darussalam Gontor. Penyerahan donasi YMI untuk pembangunan New BPPM diterima langsung oleh Pimpinan PMDG, Drs KH Akrim Mariyat Dipl.A.Ed, di kantor Pimpinan.
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Akrim menjelaskan bahwa pembangunan New BPPM ditargetkan selesai dan bisa digunakan saat peringatan puncak 100 tahun Gontor tahun depan. “Terima kasih atas kontribusi para alumni dalam pembangunan BPPM,” ungkap Kiai Akrim saat menerima belasan perwakilan YMI di kantor Pimpinan PMDG.
“Kami sebagai pimpinan mengucapkan terima kasih atas sumbangsih dan kepedulian para alumni,” sambung Kiai Akrim.
Ketua YMI, Ahmad Faiz Permana, mengungkapkan total donasi YMI untuk pembangunan New BPPM Gontor per-29 Mei 2025 mencapai Rp110 Juta. “Jumlah donasi yang terkumpul per Kamis, 29 Mei 2025, mencapai Rp110 juta. Secara simbolik, kami sampaikan dalam bentuk piagam dan sudah ditransfer ke rekening bagian Administrasi,” ungkap Faiz kepada Gontornews.com.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 2007 itu menambahkan, jika para alumni PMDG tahun 2007 yang menaungi YMI sangat antusias untuk mendukung kelancaran pembangunan New BPPM. Ia mengungkap pemasukan donasi pembangunan masih terus bertambah, hingga mencapai Rp25 juta, bahkan setelah donasi tahap awal diserahkan pada Kamis 29 Mei 2025.
“Alhamdulillah, rekan-rekan masih sangat support (dengan program ini). Hingga Sabtu (31/05/2025) pagi, kurang lebih ada donasi yang masuk sekitar Rp25 Juta. Nantinya, donasi ‘tahap kedua’ ini akan kami sampaikan kepada bagian Administrasi,” tutup santri asal Gresik tersebut.
Bendahara YMI, Abdul Aziz, mengonfirmasi total donasi yang masuk ke rekening YMI telah mencapai Rp135 juta, dengan perincian Rp110 Juta sudah disalurkan ke bagian Administrasi PMDG. Sementara sisanya akan disalurkan kemudian seiring masih antusiasnya alumni PMDG untuk berkontribusi terhadap almamaternya. [Mohamad Deny Irawan]





















