10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 28 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Kesabaran Kunci Kesuksesan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 June 2025
in Tafsir
0
Kesabaran Kunci Kesuksesan

Foto: IIS PSM Magetan

Landasan Teologis

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَࣖ

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS Ali Imran: 200)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Tafsir Al-Mukhtashar menyebutkan, ayat ini menyeru orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya agar bersabar terhadap beban-beban syariat (agama) serta musibah-musibah dunia yang menimpa. Dan agar orang-orang yang beriman mengalahkan orang-orang kafir dalam hal kesabaran. Jangan sampai mereka lebih sabar dari kaum yang beriman.

Ayat ini juga menyeru agar orang-orang yang beriman menegakkan jihad di jalan Allah dan takut kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, supaya orang-orang yang beriman mendapatkan apa yang diharapkannya, selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga.

Sedangkan Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an menyebutkan, dalam ayat ini, Allah mendorong kaum Mukmin kepada sesuatu yang menyampaikan mereka kepada keberuntungan, yaitu dengan bersabar (sikap menahan diri memikul hal yang tidak mengenakkan) di atas ketaatan, baik ketika tertimpa musibah maupun dalam menjauhi maksiat. Dan  berjihadlah dalam semua keadaan untuk mendapatkan surga dan terhindar dari neraka.

Sementara itu dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Mereka diperintahkan agar bersabar di atas agama mereka yang telah Allâh Azza wa Jalla ridhai untuk mereka, yaitu agama Islam. Jangan sampai mereka meninggalkannya dengan sebab senang atau susah, sengsara atau sejahtera, sehingga mereka bisa mati dalam keadaan sebagai orang-orang Islam. Dan agar mereka menambah kesabaran menghadapi musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka.”

Adapun Kitab Bahjatun Nâzhirîn Syarah Riyâdhus Shâlihîn menyebutkan, Syaikh Salîm bin ‘Ied al-Hilâli berkata, “Allâh Azza wa Jalla memerintahkan orang-orang yang beriman agar teguh di atas ketaatan kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan, ridha terhadap qadha’ dan takdir-Nya, dan mengalahkan musuh dengan kesabaran. Jangan sampai musuh lebih sabar dan lebih tahan daripada orang-orang yang beriman. Allâh juga memerintahkan bersiap siaga di perbatasan negeri untuk menjaga daerah Islam dan menolak penyerangan orang-orang kafir.”

Nilai-Nilai Pedagogis

Surat Ali Imran ayat 200 mengandung sejumlah nilai Pendidikan (pedagogis). Di antaranya, pertama, kesabaran sebagai Kompetensi Inti Pendidikan. Pendidikan harus membentuk karakter sabar dalam menghadapi tantangan belajar, baik bagi guru maupun siswa. Ayat ini memerintahkan untuk bersabar dan menguatkan kesabaran (ṣbirū wa ṣābirū), yang menunjukkan bahwa proses pendidikan menuntut ketekunan dan daya tahan dalam menghadapi kesulitan.

Kedua, kolaborasi dalam keteguhan (Musabarah). Kesuksesan belajar bukan hanya ditentukan oleh individu, tetapi oleh kolaborasi yang saling menguatkan dalam menghadapi tantangan. Kata ṣābirū berarti saling menguatkan dalam kesabaran. Dalam konteks pendidikan, ini menekankan pentingnya kerjasama dan dukungan antara guru, siswa, dan lingkungan sekolah.

Ketiga, kesiapsiagaan dan kedisiplinan (Murābaṭah). Proses belajar menuntut kesiapan mental, fokus, dan disiplin dalam jangka panjang. Rābiṭū bermakna tetap siaga atau berjaga di garis depan. Dalam pendidikan, ini mencerminkan pentingnya konsistensi dan pengawasan diri sebagai bagian dari kedewasaan belajar.

Keempat, ketakwaan sebagai landasan etika pendidikan. Ketakwaan kepada Allah menjadi dasar moral dalam proses pendidikan. Wa-ttaqullāh menekankan bahwa tujuan akhir dari pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak dan integritas spiritual.

Kelima, kesuksesan (Falāḥ) sebagai hasil dari proses pendidikan yang bernilai. Kesuksesan dalam pendidikan tidak instan, melainkan buah dari kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. Frasa laʿallakum tufliḥūn (agar kalian beruntung/sukses) menunjukkan bahwa keberhasilan sejati merupakan hasil dari proses perjuangan yang konsisten dan bernilai.

Lalu apa implikasinya dalam dunia pendidikan? Pertama, guru perlu menanamkan nilai sabar aktif, yaitu kesabaran yang produktif, bukan pasif. Kedua, pembelajaran harus dirancang untuk membangun daya tahan mental siswa, bukan hanya kecakapan akademik. Ketiga, pendidikan karakter berbasis ketakwaan harus menjadi pilar dalam setiap jenjang pembelajaran. Sekolah dan keluarga perlu membentuk ekosistem yang saling menguatkan dan mendampingi siswa dalam perjuangan belajar mereka.

Landasan Teoretis

Makna sabar. Imam Al-Baghawi mengungkapkan bahwa sabar adalah upaya menahan diri dari segala maksiat. Tetapi ada juga ulama yang memaknainya sebagai kesabaran dalam menjalankan kewajiban agama.

Sedangkan Imam Ghazali menjelaskan, sabar adalah kesanggupan mengendalikan diri ketika hawa nafsu bergejolak atau kemampuan memilih melakukan perintah agama ketika nafsu dan syahwat datang menggoda.

Adapun yang dimaksud sebagai sabar menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan, tabah dalam menghadapi kenyataan yang terjadi, tidak panik, tetapi tetap mampu mengendalikan emosi. Tetap tenang dalam menerima kenyataan dan memikirkan mengapa hal itu terjadi, apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasinya dengan sebaik-baiknya. Dengan tenang dan penuh perhitungan serta tawakal melakukan perbaikan dengan menghindari sebab-sebab kegagalan berdasarkan pengalaman.

Para ulama rahimahumullah menjelaskan bahwa sabar itu ada tiga macam. Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah, yaitu seseorang senantiasa melaksanakan ketaatan. Kedua, sabar dari maksiat kepada Allah, yaitu seseorang menahan diri untuk tidak melakukan maksiat. Ketiga, sabar terhadap takdir Allah, yaitu seseorang menahan diri dari sikap menentang takdir Allah, bersabar atas takdir buruk yang menimpanya dan juga menahan diri dari sikap jengkel dan marah terhadap qadha dan qadar Allah.

Tiga Tingkatan Sabar

Tafsir Hidayatul Insan Bitafsiril Qur’an menyebutkan ada tiga tingkatan sabar. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Kedua, sabar dalam menjauhi larangan Allah SWT. Ketiga, sabar terhadap takdir Allah dengan tidak berkeluh-kesah.

Demikian dalam menghadapi ujian, cobaan dan musibah yang datang maka kita harus senantiasa bersabar, jangan patah semangat, jangan lemah ataupun menyerah dalam situasi apapun karena Allah mencintai orang-orang yang sabar dan akan memberikan pertolongan kepada mereka yang senantiasa di jalan Allah.

Allah SWT berfirman:

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali ‘Imran: 146)

Kesabaran adalah kemampuan untuk menahan diri dari keputusasaan, kemarahan, dan reaksi emosional negatif ketika menghadapi cobaan atau kegagalan. Dalam pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan pribadi, kesabaran diperlukan untuk membangun proses yang berkelanjutan dan bertahap. Tidak semua hal bisa dicapai secara instan, dan orang yang terbiasa bersabar akan lebih tahan terhadap tekanan, lebih fokus, dan lebih konsisten dalam usahanya.

Kesabaran dihubungkan dengan ketakwaan yang akhirnya memperoleh keberuntungan/kesuksesan. Artinya, kesabaran yang dilandasi keimanan dan ketakwaan akan mengantarkan seseorang pada kesuksesan sejati, bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga dalam bentuk ketenangan batin, keberkahan hidup, dan ridha Allah SWT.

Orang yang sabar akan sukses karena ia mampu mengendalikan diri dalam segala urusannya.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kesabaran memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama Islam. Allâh SWT telah menyebutkan tentang kesabaran dalam al-Qur’ân sebanyak 90 kali, dan menyebutkan berbagai kebaikan dan derajat yang tinggi sebagai buah dari kesabaran. Kesabaran menjadi kunci kesuksesan dan balasan kesabaran akan memperoleh kesempurnaan pahala.

Allah SWT berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (QS Az-Zumar: 10)

Orang yang sabar akan selalu bersandar kepada Allah dalam setiap langkahnya. Hal ini akan membawa keberkahan dalam setiap usahanya, sehingga ia tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat.

Allah SWT berfirman:

…وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ۝٢وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ۝٣

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-Talaq: 2-3)

Kesabaran, sebuah harta yang tak ternilai, memandu kita melewati liku-liku hidup. Dengan kesabaran, kita menjadikan setiap ujian sebagai peluang untuk tumbuh dan mendekatkan diri kepada Allah. Keberhasilan dan kebahagiaan terletak dalam penghayatan kesabaran dalam segala aspek kehidupan, karena dengan sabar manusia akan mencapai keberhasilan dan kemuliaan.

Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

“Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS Al-Baqarah: 45)

Syekh Aidh menjelaskan apabila seseorang yang ditimpa musibah tidak bersabar, berdoa, dan mendirikan shalat maka air mata kesedihannya ketika menerima musibah akan membakar kelopak matanya sendiri. Air mata itulah yang akan menghancurkan urat-urat syarafnya sehingga tidak memiliki ketenangan hati dalam menghadapi musibah.

Memperjuangkan Kesabaran sebagai Kunci Kesuksesan

Bagaimana cara memperjuangkan kesabaran sebagai kunci kesuksesan? Pertama, berusaha menjaga kesabaran. Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

“Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari, No 1469)

Kedua, tidak berselisih, jangan gentar terus bersabar. Allah SWT berfirman:

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (QS Al-Anfal: 46)

Ketiga, menerima semua ujian dan musibah yang datang. Rasulullah SAW bersabda:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: مَا تَجَّرَعَ عَبْدٌ جُرْعَةً أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ تَعَالَى.

“Rasulullah bersabda, ‘Tidak ada seorang hamba yang meneguk satu tegukan (menerima musibah) yang lebih utama di sisi Allah daripada satu tegukan yang berat yang ditahan untuk mencari ridha Allah ta’ala’.” (HR Ahmad dan At-Thabrani)

Keempat, berdoa kepada Allah agar diberikan kesabaran. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَۙ

“Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya.” (QS Al-Mu’minun: 60)

Kelima, mengajak dan mengingatkan keluarga untuk senantiasa bersabar. Allah SWT berfirman:

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) bagi orang yang bertakwa.” (QS Thaha: 132).

Keenam, senantiasa melaksanakan shalat dan berbuat kebaikan serta mencegah yang munkar untuk memperoleh kesabaran. Allah SWT berfirman:

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS Luqman: 17)

Ketujuh, sabar dalam ketaatan. Rasulullah SAW bersabda:

حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai (oleh hawa nafus manusia), sedangkan neraka dikelilingi oleh perkara-perkara yang disukai.” (HR Muslim)

Imam Ibnu Qudâmah al-Maqdisi mengatakan, “Seorang hamba membutuhkan kesabaran dalam melakukan ketatan-ketaatan, karena tabiat jiwa manusia berpaling dari peribadahan. Kemudian di antara ibadah-ibadah ada yang tidak disukai dengan sebab malas, seperti shalat. Dan di antara ibadah-ibadah ada yang tidak disukai dengan sebab bakhil, seperti zakat. Dan di antara ibadah-ibadah ada yang tidak disukai dengan sebab keduanya (jiwa dan harta) seperti haji dan jihad.

Kisah Teladan

Dalam kitab Irsyadul Ibad halaman 31 terdapat sebuah hikayat menarik tentang sabar dan musibah. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Yafi‘i dari Abu al-Hasan as-Sarraj. As-Sarraj termasuk al-Imam al-Muhaddis, salah seorang perawi dan penghafal ribuan hadis. Juga dikenal oleh Imam al-Hakim sebagai seorang yang banyak melakukan ijtihad dan tekun beribadah.

As-Sarraj berkisah, suatu ketika dia pernah berhaji di Masjidil Haram. Saat bertawaf di Ka’bah, ia bertemu dengan perempuan yang bersinar paras wajahnya. As-Sarraj berkata: Demi Allah, sungguh tak pernah kujumpai seumur hidupku hingga saat ini, seorang perempuan yang paras dan kecantikannya menyamai perempuan ini. Pasti ia sedikit sekali murung dan bersedih.

Tidak disangka, perempuan tersebut mendengar ucapan As-Sarraj. Lalu perempuan itu berkata: “Bagaimana engkau mengatakan itu, duhai kisanak? Sungguh, diriku terjerat dengan kesedihan, hatiku dipenuhi kepedihan dan keprihatinan. Tidak seorang pun yang memiliki kesedihan di dunia ini yang menyamai kesedihanku.”

As-Sarraj berkata: “Bagaimana hal itu terjadi?”

Perempuan itu kemudian berkisah. “Aku memiliki suami, yang sedang menyembelih kambing saat Idul Adha. Dua anak kecil kami tengah bermain, sementara aku masih menyusui anak yang bayi. Saat aku hendak mempersiapkan makanan, kedua anak yang bermain tadi menirukan sang ayah yang tengah menyembelih kambing. Nahas, permainan tiruan itu menggunakan pisau yang tajam hingga sang adik mati terkapar dengan leher berlumuran darah. Sang kakak pun berlari ketakutan, menuju pegunungan. Sang ayah pergi mencari sang kakak di pegunungan, hingga diketahui bahwa sang kakak meninggal karena diterkam serigala, sementara suami aku meninggal karena kehausan.

Di tengah kalut dalam kesedihan, aku meletakkan bayi, dan tanpa sepengetahuanku ia merangkak di dapur, hendak meraih sebuah periuk yang tengah dipanasi, berisi air mendidih. Si bayi meraih kuali, hingga air mendidih tumpah di tubuh bayi. Dagingnya melepuh, hingga tampak sebagian tulang belulangnya. Bayiku pun meninggal dunia.

Aku bersedih. Peristiwa ini, juga sampai kepada anak perempuanku yang sudah menikah. Setelah mendapati kabar penuh duka lara tersebut, sang anak perempuan itu tertelungkup ke tanah, di samping suaminya, dan ternyata hal itu menjadi ajal pula baginya. Masa itu telah membuatku menjadi seorang diri, menyendiri, dan sendirian dari mereka, dari suamiku, dan dari keempat anakku.

As-Sarraj yang sedari tadi mendengarkan dengan khidmah, lalu menimpali: “Bagaimana kamu bisa bersabar atas musibah yang besar ini?”

Perempuan itu menjawab: “Tidak ada yang bisa membedakan sikap sabar dan mengeluh, kecuali dia telah menemukan sisi dan jalan pembeda antara keduanya. Kesabaran, dengan kebagusan yang ditampakkan pantas mendapatkan pahala yang terpuji nantinya. Sementara keluh kesah semata, tak mendapatkan pahala dan tak mendapatkan ganti rugi apapun.

Kisah musibah perempuan dan dialognya dengan As-Sarraj tersebut mengingatkan atas pesan Rasulullah pada seorang utusan yang membawa kabar mengenai kematian anak dari putri Rasulullah. “Bersabarlah, dan berharaplah ada pahala atas peristiwa itu. (HR al-Bukhari No 6602, Muslim No 923).

Kesabaran perlu dikuatkan dalam hati, sembari berharap adanya pahala atas penyebab kesedihan yang menerpa, juga mengukuhkan ketabahan dan terus menampakkan kebaikan-kebaikan secara nyata dalam diri, wajah, dan perbuatan. Sehingga memperoleh kesempurnaan balasan pahala serta memperoleh cinta hakiki dari-Nya sebagai kunci kesuksesan sejati. ​​​

رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ۗ

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS Al-Baqarah: 250)  []

Tags: BerhasilSabarSukses
Share38Tweet24Send
Previous Post

YMI Serahkan Donasi Pembangunan New BPPM

Next Post

LAZISMU Terima Amanah Kurban 1 Ekor Sapi Limosin dari Shopee Barokah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result