Zagreb, Gontornews — Mantan Perndan Menteri Kroasia, Zoran Milanovic, berhasil memperoleh suara terbanyak untuk duduk sebagai kursi Presiden Kroasia berikutnya.
Dalam pemilihan Persiden putaran kedua, Milanovic berhasil meraih 52,7 Persen suara mengungguli Presiden petahana, Kolinda Grabar-Kitarovic yang meraih 47,3 Persen suara.
Beradasarkan konstitusi yang berlaku, Presiden Kroasia merupakan jabatan yang bersifat seremonial. Presiden Kroasia tidak dapat memveto undang-undang tetapi memiliki kuasa dalam menentukan kebijakan luar negeri, pertahanan serta masalah keamanan.
Sejak menjabat sebagai Perdana Menteri periode 2011-2015, Milanovic menjalankan kampanye anti korupsi yang ia nilai meningkat saat kaum koservatif kehilangan kekuasaan.
“Kemenangan Milanovic merupakan angin segar bagi partai Sosial Demokrat jelang pemungutan suara parleman (pada musim gugur mendatang),” ungkap analis politik, Branko Caratan, sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam sambutannya, Milanovic mengatakan ia mendorong kolektifitas antara eksekutif serta meminta masyarakat Kroasia untuk tidak berpecah belah.
“Bagi saya, masing-masing pihak berada pada tingkatan formal yang sama. Saya akan bekerja dengan semua orang yang memiliki kekuatan eksekutif. Saya tidak akan membuat perpecahan di antara warga Kroasia,” kata Milanovic sesaat setelah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan Presiden Kroasia.
Sebagaimana dilansir Republika, populasi muslim di Kroasia berada di nomor dua setelah agama mayoritas, Kristen. Dalam sensus penduduk pada 2011, jumlah pemeluk Islam mencapai 62.977 jiwa dari total penduduk Kroasia. Sedangkan pemeluk Kristen Roma di Kroasia mencapai 86,28 Persen. Sementara sisanya dibagi rata kepada Ateis, Protestan dan Kristen Ortodokos.
Umumnya, masyarakat muslim di Kroasia menyebut diri mereka sebagai Bosnia. [Mohamad Deny Irawan]






















