pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 22 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Nyi Ageng Serang, Pejuang Wanita Melawan VOC

Fathur Roji by Fathur Roji
26 December 2018
in Jejak
0
Nyi Ageng Serang, Pejuang Wanita Melawan VOC

Jakarta, Gontornews–Selama ada penjajahan di bumi pertiwi, selama itu pula rakyat harus siap tempur untuk melawan dan mengusir penjajah. Karena itu rakyat terutama pemudanya dilatih terus-menerus dalam kemahiran berperang. Begitulah keteguhan Nyi Ageng Serang dalam berjuang mempertahankan NKRI.

Nyi Ageng Serang memiliki nama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi yang lahir di Serang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1762. Ia adalah putri bungsu dari Bupati Serang, Panembahan Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang.

Sebutan Nyi Ageng Serang dikaitkan dengan kota tempat kelahirannya yaitu kota Serang yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya yang sekarang berada di wilayah perbatasan Purwodadi-Sragen (bukan kota Serang, Banten).

Meski menjadi putri bangsawan, namun sejak kecil ia dikenal dekat dengan rakyat. Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah. Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang yang juga salah satu keturunan Sunan Kalijaga menggantikan ayahnya.

Ia juga sosok yang memiliki keimanan kuat dan terampil dalam menjalankan peran gandanya sebagai pejuang sekalligus istri/ibu rumah tangga dan pendidik utama bagi putra-putranya. Ia juga mewarisi jiwa dan sifat ayahnya yang benci kepada penjajahan Belanda (VOC) dan memiliki patriotisme yang tinggi.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Sosok Nyi Ageng Serang memiliki kemahiran dalam krida perang, kepemimpinan yang arif bijaksana sehingga menjadi teladan bagi pengikutnya. Tekadnya keras untuk lebih maju dalam berbagai bidang, dengan jiwa patriotisme dan anti penjajahan yang kuat dan konsekuen.

Semangatnya bangkit untuk membela rakyat selain karena kematian sang kakak ketika membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwono I yang dibantu Belanda. Setelah perjanjian Giyanti, Nyi Ageng Serang pindah ke Yogyakarta bersama Pangeran Mangkubumi.

Perjanjian ini merupakan awal perpecahan Kerajaan Mataram. Isi perjanjian ini merupakan pembagian dua wilayah kekuasaaan kerajaan Mataram, yakni Yogyakarta untuk Pangeran Mangkubumi yang dikenal dengan Sultan Hamengkubowono I dan Surakarta untuk Pakubuwono III.

Meskipun perjanjian ini tetap berjalan, Nyi Ageng Serang terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap Belanda ketika itu. Tapi, Belanda dapat menyergap pasukannya di Semarang. Dalam peristiwa penyergapan tersebut, ayah dan kakaknya pun harus gugur.

Nyi Ageng Serang tak pernah menyerah untuk berjuang melawan penjajah. Ketika perang Diponegoro pecah pada 1825, Nyi Ageng Serang berjuang bersama suaminya, tapi lagi-lagi dia harus kehilangan orang yang disayangi karena suaminya Raden Mas Kusuma Wijaya gugur.

Nyi Ageng Serang meneruskan perjuangan, bahkan ketika usianya menginjak 73 tahun ia dipercaya memimpin pasukan. Pasukannya diberi nama Laskar Gula Kelapa. Laskar ini sangat diperhitungkan Belanda karena gerakan yang cepat ketika menyerang. Sehingga, terkadang membuat Belanda kewalahan dalam berperang dengan pasukan Nyi Ageng Serang.

Dia memimpin dengan melakukan long march dari Serang ke Barat menyusuri Sungai Progo, kemudian bermarkas di Traju Mas Perbukitan Menoreh. Dalam pertempuran ini, dia menggunakan daun talas sebagai taktik penyamaran.
Strategi yang kerap diterapkan Nyi Ageng membuat Pangeran Diponegoro mengakui keandalannya, kemudian mengangkat Nyi Ageng Serang menjadi salah seorang penasihatnya. Kedudukan Nyi Ageng Serang sebagai penasihat sejajar dengan Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Joyokusumo dalam siasat perang.

Di bukit ini diketahui dia menyusun strategi hingga wafat pada usia 76 tahun, tepat dua tahun sebelum Perang Diponegoro berakhir pada 1828. Dia jatuh sakit karena wabah penyakit malaria, sama seperti penyakit yang merenggut nyawa para prajuritnya.

Nyi Ageng Serang pun dimakamkan di daerah tersebut, tepatnya Dusun Beku, Pagerarjo, Kalibawang, Kulonprogo, 30 kilometer barat dari Kota Yogyakarta. Makam ini dipugar pada 1983 berbentuk bangunan joglo. Dia dimakamkan di samping suami, ayah, ibu, cucu, dan abdi dalemnya. [fathurroji]

 

Tags: nyi ageng serang
Share147Tweet92Send
Previous Post

Delapan Kecamatan di Pandeglang Dilanda Banjir Pasca Tsunami

Next Post

Masjid Pulau Penyengat Peninggalan Sultan Mahmud

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

0
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

0
haul alm kh helmy abdul mubin

Haul Perdana KH Helmy Abdul Mubin, Momentum Teladani Perjuangan Pendiri Pesantren Ummul Quro Al-Islami Bogor

0
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

0
Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Serunya Hari Kreativitas Siswa SDIT Insantama Leuwiliang di Tengah Peringatan Hari Kemerdekaan RI

22 August 2026
haul alm kh helmy abdul mubin

Haul Perdana KH Helmy Abdul Mubin, Momentum Teladani Perjuangan Pendiri Pesantren Ummul Quro Al-Islami Bogor

22 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

20 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result