Sanaa, Gontornews — Seorang Dokter di salah satu rumah sakit Yaman, Mohammed Abdul-Mughni mengatakan bahwa Yaman dilanda wabah kolera yang luar biasa. Persatuan bangsa-bangsa (PBB) melansir data yang berhasil mencatat 110.000 kasus kolera dengan 200 kematian terjadi setiap tiga bulan diakibatkan kolera.
Ironisnya, dokter Mohammed Abdul-Mughni wafat akibat penyakit kolera tepat dua minggu setelah dirinya memaparkan informasi wabah mengerikan tersebut.
Sejak Yaman dilanda perang saudara selama kurang lebih 4 tahun kebelakangan, Yaman dilanda bencana kelaparan hingga wabah kolera. Krisis kemanusiaan yang terjadi di Yaman bahkan disinyalir menjadi penyebab 10 juta warga dilanda krisis kelaparan.
Sebelum wafat, Abdul-Mughni pernah menanganai sekitar 120-150 pasien dengan kasus kolera setiap harinya.
“Kami menerima pasien setiap saat dan terus menerus. Saat ini, kolera menyebar luas,” kata salah seorang dokter yang bekerja disamping Abdu-Mughni, Ismail Mansoury sebagaimana dilansir Reuters.
“Dalam dua minggu terakhir, kami telah menanganai sekitar 1.100 kasus kolera yang telah kami konfirmasi,” tambahnya.
Penyakit kolera menyebabkan diare yang berlebihan bagi para penderita. Jika tidak ditangani dengan baik, pasien akan mengalami kekurangan cairan tubuh hingga kematian. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena kolera adalah kurangnya gizi yang dialami oleh anak-anak maupun orang tua.
Akibat kolera pula, banyak warga Yaman yang mengalami gagal ginjal dengan kondisi pembuluh darah memperihatikan akibat dehidrasi. Para dokter yang menangani pasien kolera pun kesulitan untuk menyuntikkan cairan ke tubuh pasien akibat pasien mengalami kurang gizi.
Selain melumpuhkan kesehatan Yaman, perang Yaman telah memaksa sebagian besar warga untuk mengakses lembaga kesehatan yang terletak jauh dari kediamannya. Mohamad Deny Irawan























