pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 8 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Debat Pilpres, Siapa yang Blunder?

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
19 January 2019
in Kolom
0
Debat Pilpres, Siapa yang Blunder?

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Serang! Itulah strategi yang dimainkan oleh Jokowi-Ma’ruf dan timnya. Sudah diduga. Ada tulisan di tangan Jokowi yang sudah disiapkan. Tinggal baca. Debat kok baca? Itu karena pertama, soal kapasitas. Kedua, KPU membocorkan kisi-kisi pertanyaan. Gak mutu dong? Begitulah faktanya. Inilah yang menyebabkan KPU jadi pusat kritik dan bully.

Agak aneh, memang. Yang presiden siapa, yang capres siapa. Mestinya presiden yang dievaluasi terkait kinerjanya. Karena negara ini milik rakyat dan presiden itu jabatan publik yang harus dipertanggungjawabkan. Tapi, itulah kenyataannya. Presiden menyerang capres. Bukan capres menyerang presiden.

Strategi jitu. Untuk menutupi kekurangan, kelemahan dan kesalahan, strategi menyerang memang efektif. Tujuannya? Agar publik fokus kepada orang yang diserang. Cakep! Dalam sesi tanya jawab, Jokowi menyerang Prabowo soal enam caleg Gerindra eks narapidana koruptor. Prabowo tampak tak siap. Tidak menyangka kalau pertanyaannya menyasar partainya.

BACA JUGA

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Tidak hanya Prabowo, publik juga kaget. Apa urusannya pilpres dengan partai Gerindra? Tapi, ini sah, meski tak etis. Prabowo mesti lebih siap dengan segala kemungkinan. Sesuatu yang tak bernalar bisa saja terjadi dalam debat. Sebenarnya Prabowo cukup jawab: pertama, cek fakta. Bahwa partai yang terbanyak mencalegkan exs narapidana koruptor itu Golkar. Partai pendukung Jokowi. Ada tujuh orang. Bukan Gerindra. Nah, skak mat.

Kedua, cek fakta lagi. Tidakkah yang buat statemen bahwa eks narapidana koruptor itu berhak untuk nyaleg adalah Jokowi. Dan ada jejak digitalnya di Kompas.com (29/5/2018). Kenapa justru Jokowi yang mempertanyakan?

Jokowi inkonsisten! Dan dalam banyak hal, Jokowi diketahui memang inkonsisten. Ini fakta obyektif yang bisa dilihat dari banyak pernyataan Jokowi jika dibandingkan dengan fakta di lapangan. Paling gampang, cek janji Jokowi di tahun 2014 dan bandingkan dengan faktanya. Mudah bukan?

Termasuk ketika dalam debat Jokowi bilang jangan dikotomikan parpol dengan profesional untuk menduduki jabatan, termasuk kabinet. Padahal, 2014 jelas dan tegas Jokowi minta personil di kabinet tidak rangkap jabatan. Diingkari, lalu berubah statemennya. Loh kok?

Soal caleg eks koruptor, mestinya Prabowo cukup jawab: Pak Jokowi sendiri yang menyatakan bahwa mantan koruptor punya hak nyaleg. Kenapa sekarang Bapak yang memprotes? Kok gak konsisten pak? Nah, skak mat.

Ketiga, soal korupsi, tidakkah partai Bapak rangking satu dan paling banyak yang ditangkap KPK? Partai Bapak masih banyak masalah dengan kader-kadernya yang ditangkap gara-gara korupsi. Jadi, jangan urusin partai saya! Urus aja partai Bapak. Nah, skak mat lagi.

Sayangnya, Prabowo bukan tipe orang yang suka menyerang dapur orang lain. Itu kelemahan, sekaligus kelebihan. Kelemahan, karena akan dimanfaatkan orang lain untuk terus mendiskreditkannya. Inilah yang membuat para pendukungnya gemes. Kelebihan, karena itu menunjukkan bahwa Prabowo punya standar moral. Tak mau bicara kecuali menyangkut urusan bangsa dan nasib rakyat. Karenanya, tak pernah denger Prabowo membalas serangan Wiranto, padahal Wiranto berulangkali menyerangnya. Soal ini, Prabowo konsisten.

Skenario menyerang tidak saja dilakukan oleh Jokowi, tapi juga timsesnya. Beberapa menit pascadebat, dalam konferensi pers, Erick Thohir dan Hasto Kristiyanto melanjutkan serangan itu. Sangat gencar. Sampai di sini, skenario berjalan lancar.

Pernyataan Prabowo bahwa presiden sebagai chief of law enforcement jadi celah Hasto, sekretaris TKN, menyerang. Itu kesalahan fatal Prabowo saat mengatakan bahwa presiden itu chief of law enforcement, kata Hasto. Pernyataan Prabowo blunder. Itu menunjukkan karakter dasar Prabowo, kata Hasto. Mulai serang pribadi.

Hasto gak paham. Chief of law enforcement itu artinya presiden harus memastikan bahwa hukum itu berjalan sesuai habitatnya. Yaitu tegas, adil dan tidak tebang pilih. Dorong Jaksa Agung, Kapolri dan KPK untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Jika Kapolri dan Jaksa Agung tidak bisa memastikan adanya keadilan itu tegak, pecat. Presiden bisa menggantinya dengan orang yang lebih tegas, berani dan bisa memastikan keadilan itu tegak. Masih gak paham?

Chief of law enforcement bukan intervensi proses hukum. Ketika nama Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Pramono Anung disebut-sebut dalam persidangan kasus e-KTP, lalu presiden, siapapun nanti presidennya, seandainya intervensi, bukan itu maksud dari chief of law enforcement. Atau ketika nama Cahyo Kumolo disebut-sebut dalam persidangan kasus suap Meikarta, lalu presiden minta dihentikan. Ini seandainya. Bukan begitu juga maksud chief of law enforcement.

Justru ketika presiden membiarkan terjadinya banyak persekusi ulama dan ilmuwan, membiarkan kasus Novel Baswedan menguap, tak peduli bom molotov meledak di depan rumah ketua KPK dan anggota DPR, itu namanya presiden tidak menjalankan tugasnya sebagai chief of law enforcement. Gimana sih Bung Hasto?

Ketika presiden membiarkan hukum berjalan ke arah yang tidak semestinya, lalu presiden membiarkannya, bagaimana nasib bangsa? Itulah gunanya peran presiden sebagai chief of law enforcement. Untuk memastikan hukum itu tegak dan berjalan di habitatnya, yaitu berfungsi sebagai penjaga keadilan. Tidak masuk habitat -dan diintervensi oleh kepentingan- politik.

Dalam debat, Jokowi selalu menjawab kalau ada bukti, laporkan saja. Ada mekanisme hukum yang berlaku. Berulangkali jawaban serupa muncul ketika diajukan oleh Sandiaga Uno soal peristiwa-peristiwa hukum yang dirasa tidak berkeadilan. Ini menunjukkan, betapa Jokowi sangat lemah. Tidak mampu mengawal tegaknya hukum. Masih ingat jawaban Jusuf Kalla (wapres SBY) ketika ditanya: Kenapa Bapak intervensi hukum? Bukan intervensi, tapi saya perintahkan! Nah, itu pemimpin yang tegas. Itu namanya chief of law enforcement.

Jadi, siapa yang blunder dalam debat? Keduanya blunder. Prabowo blunder, mungkin karena kurang teliti atau lupa. Dan Jokowi blunder, mungkin di kertas contekan Jokowi tak ada rincian data terkait pertanyaan.

Tapi, Jokowi paling banyak blundernya. Pertama, pakai contekan. Bukan contekan berisi rincian data, tapi contekan pertanyaan dan jawaban. Kedua, sebagai presiden, mestinya Jokowi lebih banyak menunjukkan hasil kerja, tapi malah bernafsu menyerang Prabowo. Apalagi materi serangan tak terkait dengan urusan negara, tapi urusan partai orang. Ketiga, Jokowi inkonsisten soal caleg mantan koruptor. Keempat, ini menyangkut Ma’ruf Amin. Kehadirannya dalam debat tak banyak berperan. Ma’ruf kelihatan sekali tak menguasai masalah.

Share22Tweet14Send
Previous Post

KTT Lebanon Bayangi Perpecahan Liga Arab

Next Post

Mengendalikan Nafsu Politik

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result