pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 30 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Debat Pilpres, Siapa yang Blunder?

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Debat Pilpres, Siapa yang Blunder?

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Serang! Itulah strategi yang dimainkan oleh Jokowi-Ma’ruf dan timnya. Sudah diduga. Ada tulisan di tangan Jokowi yang sudah disiapkan. Tinggal baca. Debat kok baca? Itu karena pertama, soal kapasitas. Kedua, KPU membocorkan kisi-kisi pertanyaan. Gak mutu dong? Begitulah faktanya. Inilah yang menyebabkan KPU jadi pusat kritik dan bully.

Agak aneh, memang. Yang presiden siapa, yang capres siapa. Mestinya presiden yang dievaluasi terkait kinerjanya. Karena negara ini milik rakyat dan presiden itu jabatan publik yang harus dipertanggungjawabkan. Tapi, itulah kenyataannya. Presiden menyerang capres. Bukan capres menyerang presiden.

Strategi jitu. Untuk menutupi kekurangan, kelemahan dan kesalahan, strategi menyerang memang efektif. Tujuannya? Agar publik fokus kepada orang yang diserang. Cakep! Dalam sesi tanya jawab, Jokowi menyerang Prabowo soal enam caleg Gerindra eks narapidana koruptor. Prabowo tampak tak siap. Tidak menyangka kalau pertanyaannya menyasar partainya.

BACA JUGA

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Tidak hanya Prabowo, publik juga kaget. Apa urusannya pilpres dengan partai Gerindra? Tapi, ini sah, meski tak etis. Prabowo mesti lebih siap dengan segala kemungkinan. Sesuatu yang tak bernalar bisa saja terjadi dalam debat. Sebenarnya Prabowo cukup jawab: pertama, cek fakta. Bahwa partai yang terbanyak mencalegkan exs narapidana koruptor itu Golkar. Partai pendukung Jokowi. Ada tujuh orang. Bukan Gerindra. Nah, skak mat.

Kedua, cek fakta lagi. Tidakkah yang buat statemen bahwa eks narapidana koruptor itu berhak untuk nyaleg adalah Jokowi. Dan ada jejak digitalnya di Kompas.com (29/5/2018). Kenapa justru Jokowi yang mempertanyakan?



Jokowi inkonsisten! Dan dalam banyak hal, Jokowi diketahui memang inkonsisten. Ini fakta obyektif yang bisa dilihat dari banyak pernyataan Jokowi jika dibandingkan dengan fakta di lapangan. Paling gampang, cek janji Jokowi di tahun 2014 dan bandingkan dengan faktanya. Mudah bukan?

Termasuk ketika dalam debat Jokowi bilang jangan dikotomikan parpol dengan profesional untuk menduduki jabatan, termasuk kabinet. Padahal, 2014 jelas dan tegas Jokowi minta personil di kabinet tidak rangkap jabatan. Diingkari, lalu berubah statemennya. Loh kok?

Soal caleg eks koruptor, mestinya Prabowo cukup jawab: Pak Jokowi sendiri yang menyatakan bahwa mantan koruptor punya hak nyaleg. Kenapa sekarang Bapak yang memprotes? Kok gak konsisten pak? Nah, skak mat.

Ketiga, soal korupsi, tidakkah partai Bapak rangking satu dan paling banyak yang ditangkap KPK? Partai Bapak masih banyak masalah dengan kader-kadernya yang ditangkap gara-gara korupsi. Jadi, jangan urusin partai saya! Urus aja partai Bapak. Nah, skak mat lagi.

Sayangnya, Prabowo bukan tipe orang yang suka menyerang dapur orang lain. Itu kelemahan, sekaligus kelebihan. Kelemahan, karena akan dimanfaatkan orang lain untuk terus mendiskreditkannya. Inilah yang membuat para pendukungnya gemes. Kelebihan, karena itu menunjukkan bahwa Prabowo punya standar moral. Tak mau bicara kecuali menyangkut urusan bangsa dan nasib rakyat. Karenanya, tak pernah denger Prabowo membalas serangan Wiranto, padahal Wiranto berulangkali menyerangnya. Soal ini, Prabowo konsisten.

Skenario menyerang tidak saja dilakukan oleh Jokowi, tapi juga timsesnya. Beberapa menit pascadebat, dalam konferensi pers, Erick Thohir dan Hasto Kristiyanto melanjutkan serangan itu. Sangat gencar. Sampai di sini, skenario berjalan lancar.

Pernyataan Prabowo bahwa presiden sebagai chief of law enforcement jadi celah Hasto, sekretaris TKN, menyerang. Itu kesalahan fatal Prabowo saat mengatakan bahwa presiden itu chief of law enforcement, kata Hasto. Pernyataan Prabowo blunder. Itu menunjukkan karakter dasar Prabowo, kata Hasto. Mulai serang pribadi.

Hasto gak paham. Chief of law enforcement itu artinya presiden harus memastikan bahwa hukum itu berjalan sesuai habitatnya. Yaitu tegas, adil dan tidak tebang pilih. Dorong Jaksa Agung, Kapolri dan KPK untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Jika Kapolri dan Jaksa Agung tidak bisa memastikan adanya keadilan itu tegak, pecat. Presiden bisa menggantinya dengan orang yang lebih tegas, berani dan bisa memastikan keadilan itu tegak. Masih gak paham?

Chief of law enforcement bukan intervensi proses hukum. Ketika nama Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Pramono Anung disebut-sebut dalam persidangan kasus e-KTP, lalu presiden, siapapun nanti presidennya, seandainya intervensi, bukan itu maksud dari chief of law enforcement. Atau ketika nama Cahyo Kumolo disebut-sebut dalam persidangan kasus suap Meikarta, lalu presiden minta dihentikan. Ini seandainya. Bukan begitu juga maksud chief of law enforcement.

Justru ketika presiden membiarkan terjadinya banyak persekusi ulama dan ilmuwan, membiarkan kasus Novel Baswedan menguap, tak peduli bom molotov meledak di depan rumah ketua KPK dan anggota DPR, itu namanya presiden tidak menjalankan tugasnya sebagai chief of law enforcement. Gimana sih Bung Hasto?

Ketika presiden membiarkan hukum berjalan ke arah yang tidak semestinya, lalu presiden membiarkannya, bagaimana nasib bangsa? Itulah gunanya peran presiden sebagai chief of law enforcement. Untuk memastikan hukum itu tegak dan berjalan di habitatnya, yaitu berfungsi sebagai penjaga keadilan. Tidak masuk habitat -dan diintervensi oleh kepentingan- politik.

Dalam debat, Jokowi selalu menjawab kalau ada bukti, laporkan saja. Ada mekanisme hukum yang berlaku. Berulangkali jawaban serupa muncul ketika diajukan oleh Sandiaga Uno soal peristiwa-peristiwa hukum yang dirasa tidak berkeadilan. Ini menunjukkan, betapa Jokowi sangat lemah. Tidak mampu mengawal tegaknya hukum. Masih ingat jawaban Jusuf Kalla (wapres SBY) ketika ditanya: Kenapa Bapak intervensi hukum? Bukan intervensi, tapi saya perintahkan! Nah, itu pemimpin yang tegas. Itu namanya chief of law enforcement.

Jadi, siapa yang blunder dalam debat? Keduanya blunder. Prabowo blunder, mungkin karena kurang teliti atau lupa. Dan Jokowi blunder, mungkin di kertas contekan Jokowi tak ada rincian data terkait pertanyaan.

Tapi, Jokowi paling banyak blundernya. Pertama, pakai contekan. Bukan contekan berisi rincian data, tapi contekan pertanyaan dan jawaban. Kedua, sebagai presiden, mestinya Jokowi lebih banyak menunjukkan hasil kerja, tapi malah bernafsu menyerang Prabowo. Apalagi materi serangan tak terkait dengan urusan negara, tapi urusan partai orang. Ketiga, Jokowi inkonsisten soal caleg mantan koruptor. Keempat, ini menyangkut Ma’ruf Amin. Kehadirannya dalam debat tak banyak berperan. Ma’ruf kelihatan sekali tak menguasai masalah.

Share23Tweet14Send
Previous Post

KTT Lebanon Bayangi Perpecahan Liga Arab

Next Post

Mengendalikan Nafsu Politik

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

0
Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

0
Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

0
BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

0
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

29 October 2026
Swedia Tidak Akan Ubah UU Kebebasan Berbicara

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

29 October 2026
Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

29 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result