Amman, Gontornews — Utusan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk perdamaian di Yaman, Martin Griffiths mengatakan bahwa kesepakatan untuk saling menukar tawanan antara Pemerintah Yaman yang berkoalisi dengan Arab Saudi dengan kelompok militan Houthi merupakan salah satu langkah penting dalam rangka penyelesaiaan perdamaian di Yaman melalui jalur politik.
Grifftihs pun meminta agar pertukaran yang melibatkan ribuan tawanan dari kedua belah pihak segera selesai, paling lambat, tiga hari setelah hasil perundingan disepakati.
“Ini akan menjadi dasar langkah pembebasan terjadi,” kata Grifftihs sebagaimana dilansir Reuters.
“Keberhasilan dalam hal ini sangat penting bagi mereka. Namun, proses politik yang lebih luas telah memberikan harapan kepada semua pihak agar masalah yang selama ini terjadi dapat selesai demi terjalinnya perdamaian di Yaman,” tambah Grifftihs.
Kesepakatan antara kedua kubu yang bertikai perihal pertukaran tawanan diinisiasi oleh pembicaraan damai yang diselengggarakan di Swedia. Selain kesepakatan pertukaran tawanan, kedua belah pihak juga bersepakat untuk tidak menarik pasukan masing-masing dari pelabuhan Hodeidah.
Menurut kesepakatan damai itu pula, Pelabuhan Hodeidah akan didapuk sebagai wilayah netral guna mempermudah akses masuknya bantuan kemanusiaan ke Yaman. Himbauan perdamaian di Yaman dari dunia internasional menyeruak setelah negara Timur Tengah tersebut terancam bencana kelaparan akibat perang yang telah berlangsung dalam 4 tahun terakhir itu.
Sejumlah pihak bahkan telah memverifikasi setidaknya sekitar 15.000 nama tahanan untuk dipertukarkan antara kedua belah pihak. Para tahanan, umumnya, merupakan warga negara Saudi atau warga negara yang ikut bertempur mewakili pemerintah.
Sementara itu, Presiden Komite Palang Merah Internasional (International Committee of Red Cross/ICRC), Peter Maurer, mengapresiasi perundingan tersebut.
“Kepercayaan tidak datang dari satu hari ke hari yang lain. Ini adalah proses yan sulit dan kami tahu, (perundingan) itu sedang berlangsung,” pungkas Maurer. [Mohamad Deny Irawan]


















