pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Relasi Intelektual dan Kekuasaan

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
14 March 2019
in Kolom
0
Relasi Intelektual dan Kekuasaan

foto: pojok aktivis

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

Israr Iskandar menulis di HU Republika (11/03) tentang kegalauan intelektual saat melihat sepak terjang kaum terdidik di negeri ini yang telah ‘terjerumus’ dalam kubangan politik praktis. Alih-alih menjadi pencerah bagi perjalanan bangsa, kaum intelektual justru ikut andil dalam kekeruhan bangsa. Bahkan kampus yang seharusnya independenpun telah terpapar pragmatisme politik demokrasi.

Setiap peradaban suatu bangsa selalu memposisikan kaum intelektualnya dalam peran fundamental dan terhormat sebagai sang pencerah di tengah gelapnya peradaban. Kaum intelektual senantiasa mendidik bangsa sekaligus membelanya dari berbagai kepentingan yang hendak menghancurkan peradaban bangsa.

Dengan pengetahuan mereka yang mendalam akan berbagai fakta yang terjadi, kaum intelektual adalah pihak yang paling paham dan peka terhadap perkembangan kondisi bangsanya.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Dalam perspektif peradaban Islam, kaum intelektual ini disebut sebagai orang-orang berakal (sehat). Al Qur’an menyebut mereka yang menggunakan kecerdasan dan kapabilitas intelektualnya untuk mengambil pelajaran sebagai ulul albab.

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakinya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali ulul albab. (QS: 2:269).

Mereka adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia (QS 12:111)

Karakteristik kaum intelektual dalam perspektif Islam adalah mereka yang takut kepada Allah Rabbul ‘Alamin (QS. Fathir : 28). Mereka adalah sosok mandiri dan tidak bergantung pada penghambaan kepada selain Allah. Mereka kuat karena berpijak pada kalimat tauhid yang Allah gambarkan sebagai kalimat thayyibah; akarnya menghujam kuat ke bumi, dan cabangnya menjulang ke langit (QS. Ibrahim : 24-25).

Kemandirian mereka juga tercermin dalam sikap yang membenci pada taklid buta, yakni mengikuti atau membeo pada sesuatu yang tidak berdasarkan ilmu, melainkan pada kejahilan, emosionalitas, dan inferioritas (QS. Al-Israa’: 36).

Peran intelektual sesungguhnya adalah mengawal politik peradaban suatu bangsa. Kaum intelektual adalah figur yang mengakar pada rakyat, bukan merambat ke atas kepada kekuasaan.

Kaum intelektual adalah mereka yang beradab, memegang tegus prinsip keilmuwan, dan sederhana. Kaum intelektual bukanlah komunitas yang bergelimang dengan harta dan toleran kepada keburukan. Lisannya adalah perisai bagi peradaban bangsa, bukan tameng bagi kekuasaan politik pragmatis.

Politik pragmatis berdasarkan sistem demokrasi mestinya menjadi perhatian penuh bagi kaum intelektual di negeri ini. Indonesia adalah negara yang secara ideologis tidaklah berdaulat sebagaimana cita-cita para pendahulu negeri ini.

Secara filosofis, Indonesia sesungguhnya belum merdeka secara hakiki. Neo-kolonialisme dan neoimperialisme kapitalistik sesungguhnya telah lama mencengkeram bangsa ini pasca tumbangnya penjajahan fisik.

Lihatlah saat sumber daya alam yang melimpah sebagai anugerah dari Allah tidak mampu mengangkat tingkat kesejahteraan rakyat di negeri ini.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, negeri ini justru terjerat rentenir dunia ribuan trilliun. Rakyat terjerat kemiskinan dan pajak yang tinggi. Padahal tujuan berdirinya negara, salah satunya adalah mensejahterakan rakyatnya.

Negeri ini sesungguhnya membutuhkan kaum intelektual yang sanggup berdiri di hadapan para penjajah untuk membela mereka dengan pengetahuan yang benar. Rakyat di negeri ini membutuhkan intelektual yang berani berkorban, berani mengungkapkan kebenaran.

Rakyat Indonesia membutuhkan intelektual sejati yang memahami persoalan fundamental bangsanya lantas bergerak memberikan solusi.

Kaum intelektual sebagaimana Sokrates adalah yang mampu dan berani memisahkan yang jelek (salah) dari yang baik (benar), kemudian mereka memilih yang baik, walaupun dirinya harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh banyak orang.

Kaum intelektual tidak boleh menggadaikan ilmunya dengan iming-iming duniawi dari penguasa jika harus membenarkan kesalahan.

Kaum intelektual juga adalah mereka yang kritis dalam mendengarkan pembicaraan, pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, preposisi atau dalil yang dikemukan oleh orang lain.

Mereka mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat dan intelegensia.

Mereka menyampaikan ilmunya untuk memperbaiki masyarakatnya, memberikan peringatan kepada masyarakat dan penguasa dengan keyakinan dan keberanian.

Demi kebenaran, seorang intelektual siap berkorban menerima resikonya.
Bagi kaum intelektual, menjual ilmu kepada penguasa adalah sebuah pengkhianatan atas peradaban. Adalah perilaku yang tidak beradab, jika kaum intelektual rela tunduk kepada penguasa demi memuaskan penguasa dengan membuat fatwa legetimasi perilaku salah penguasa.

Kekuasaan politik pragmatis yang mendapat sokongan dari kaum intelektual yang berkhianat adalah preseden buruk bagi robohnya peradaban suatu bangsa.

Islam dengan tegas telah memberikan tugas kepada para intelektual, ”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16 : 125).

Karena itu, melengkapi opini Israr Iskandar, penulis menegaskan bahwa kerja intelektual bukan hanya sebatas pemikiran akademik di kampus, namun juga melakukan gerakan politik peradaban bangsa dengan landasan ilmu dan iman.

Kaum intelektual harus berdiri tegak menjaga jarak dengan pintu kekuasaan. Jika perlu para penguasalah yang mengetuk pintu rumah kaum intelektual untuk mendapat pencerahan.

Tags: Kekuasaan
Share48Tweet30Send
Previous Post

Kiai Kafrawi Ridwan akan Dimakamkan di Gontor Kampus 6 Magelang

Next Post

Hadapi Revolusi Industri 4.0, LP Ma’arif NU Genjot Pendidikan Vokasi

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result