Amman, Gontronews — Setelah berhasil melaksanakan perundingan damai di Swedia, Pemerintah Yaman dan kelompok militan Houthi meneruskan perundingan damai dengan agenda pertukaran tahanan perang yang dimiliki oleh masing-masing kubu.
Sebelumnya, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sekretaris Jendeal PBB, Antonio Guterres, menginisiasi pertemuan antara Pemerintah Yaman dan kelompok militan Houthi untuk menginisiasi perdamaian di Yaman. Pertemuan ini dilangsungkan setelah PBB menerima laporan ancaman bencana kelaparan yang melanda warga Yaman akibat perang yang telah berlangsung selama 4 tahun tersebut.
Dalam perundingan damai tahap pertama, kedua kubu bersepakat untuk melakukan gencatan senjata dan menjadikan wilayah Pelabuhan Hodeidah sebagai tempat netral demi menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dari luar negeri.
“Kedua belah pihak bertukar daftar tahanan di Swedia. Saat ini, mereka tengan mendiskusikan langkah-langkah untuk mengimplementasikannya,” kata juru bicara AS untuk perdamaian Yaman, Stephane Dujarric sebagaimana dilansir Reuters.
Agenda pertukaran tawanan ini melibatkan sekitar 15.000 tahanan yang rencananya akan akan diadakan di bandara Sana’a yang dikuasasi kelompok militan Houthi dan bandara Sayun yang dikuasasi oleh pemerintah Yaman.
Kepala Perwakilan Pemerintah Yaman, Hadi Haig menuturkan bahwa kedua belah pihak tengah memverifikasi daftar nama tawanan yang akan dilakukan selama 5 tahap sebelum pertukaran terjadi.
Pertukaran tawanan ini akan diawasi langsung oleh PBB dan komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC). ICRC juga meminta kepada Pemerintah Yaman yang berkoalisi dengan Saudi untuk menjamin keamanan jalur udara selama proses pertukaran dilaksanakan. [Mohamad Deny Irawan]





















