Pada dasarnya anak-anak memiliki imajinasi tak terbatas. Menolong mereka untuk “mengarahkan” imajinasinya, akan mengasah kreativitas mereka. Berikut 10 cara agar anak terbangkitkan jiwa kreativitasnya.
1.Nikmati prosesnya
Orangtua, dan juga anak, seringkali terpaku pada hasil. Saat menggambar ingin hasilnya sebuah pemandangan yang realistis, memasak ingin hasil yang enak. Padahal proses kreatif itu melalui berbagai usaha mencoba. Gambar rumah itu tak harus berpintu dan beratap, daun itu tak harus berwarna hijau, kue bolu itu tak harus berasa manis. Jika anak berani mencoba maka kemungkinannya menjadi tak terbatas. Ketika anak tak dibatasi oleh pakem “lazimnya”, maka proses belajar menjadi kegiatan yang mengasyikkan.
2. Pancing rasa ingin tahunya
Anak-anak umumnya penuh dengan rasa ingin tahu, mengapa begini, mengapa begitu. Namun seiring pertambahan usia, rasa keingintahuan itu cenderung berkurang. Memelihara rasa ingin tahu anak, penting untuk mencetak anak yang kreatif. Kreativitas bukanlah memahami bagaimana sesuatu hal berjalan, tapi memikirkan bagaimana sesuatu itu berjalan dengan lebih baik. Mintalah anak memikirkan benda-benda di sekitarnya. Pertanyakanlah, dari mana asalnya, bagaimana di buatnya, manakah yang lebih dulu dicat atau disatukan bagian-bagiannya. Bagaimana kalau prosesnya dibalik?
3. Buatlah menyenangkan
Jika Anda memiliki rasa humor yang tinggi, Anda memiliki skill untuk melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. Humor membuat anak terbiasa berfikir out of the box dengan cara menyenangkan.
4. Beri mereka pancingan
Anak-anak seringkali tidak tahu harus berbuat apa. Beri mereka pancingan agar mereka bisa berkreasi. Pancingannya bisa berupa sebaris atau dua baris kalimat cerita untk diteruskan, atau kain-kain dan benang, atau vas bunga dengan sebaki bunga potong. Apapun yang bisa membuat anak tertarik untk berkreasi.
5. Ajak anak berpikir menyelesaikan masalah
Ide-ide kreatif itu tidak hanya baru, tapi juga berguna. Rangsang ide mereka dengan masalah-masalah di sekitar. Bagaimana caranya supaya sampah di depan rumah tidak diacak ayam? Bagaimana agar kucing tidak bisa masuk lewat jendela? Bagaimana
6. Jadilah contoh
Biarkan anak melihat Anda mengerjakan sesuatu, entah itu menulis, memasak, berkebun, atau apapun. Bagaimana Anda asyik melakukan sesatu, begitulah anak Anda akan mengikutinya.
7. Ajak anak untuk melihat dari berbagai sisi
Mengajak anak untuk melihat segala sisi kehidupan. Ajak mereka berenang, kemudian obrolkan dengan mereka karyawan-karyawan kolam renang, untuk apa mereka di situ, mengapa mereka mau bekerja di situ, adakah pekerjaan yang lebih baik bagi mereka. Ajak anak ke pasar tradisional, ke supermarket, kemudian ajak mereka untuk membandingkan. Bagaimana kalau anak dalam posisi penjual di pasar tradisional, dst, dst.
8. Beri anak waktu luang
Beri anak waktu luang yang cukup agar mereka dapat menentukan aktivitas apa yang ingin mereka lakukan. Kemampuan untuk menentukan sendiri aktivitas yang akan dilakukan bermanfaat untuk mereka seumur hidup. Pada saatnya kelak, mereka harus menentukan sendiri aktivitas-aktivitas mereka selama hidupnya.
9. Bantu mereka untuk tekun
Membuat sesuatu hal yang baru itu membutuhkan stamina. Tunjukkan bahwa Anda menghargai usaha anak. Seringkali anak merasa cukup dengan hanya sedikit coretan di kertas saat menggambar misalnya. Bantu mereka dengan dorongan, “Itu warnanya baru sedikit, bagusnya ditambahin warna apa ya?” “Itu pojoknya masih kosong, kira-kira bisa ditambahin apa ya?
10. Dukung minatnya
Kreativitas itu datang dari dalam. Oleh karena itu semakin besar minat anak, semakin besar pula potensi kreatifnya. Namun demikian, perkenalkan anak pada berbagai jenis aktivitas, sehingga potensi anak bisa berkembang optimal.[Metty Heramastiar]





















