Ankara, Gontornews — Kota Shusha di Azerbaijan telah dibebaskan dari pendudukan pasukan Armenia, pemimpin negara itu mengumumkan pada 8 November.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan bahwa kota itu telah direbut.
“Dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan, saya memberitahu Anda bahwa kota Shusha telah dibebaskan,” kata Aliyev, yang mengenakan seragam militer dan berdiri di depan sebuah bendera Azerbaijan.
Dia mengatakan, 8 November akan tercatat dalam sejarah rakyat Azerbaijan sebagai hari “kami kembali ke Shusha”.
“Pawai pembebasan kami akan berlanjut. Kami akan berjuang sampai akhir, sampai pembebasan penuh wilayah pendudukan,” kata Aliyev dikutip Hurriyetdailynews.com.
“Shusha milik kita, Karabakh milik kita,” tambahnya.
Setelah pengumuman Aliyev itu, warga Azerbaijan turun ke jalan-jalan di ibukota, Baku, merayakan kemenangan itu dengan mengibarkan bendera.
Shusha diduduki oleh Armenia pada 8 Mei 1992.
Presiden Turki Recep Tayyip ErdoΔan telah menyampaikan ucapan selamat kepada Azerbaijan dan Presiden Δ°lham Aliyev atas pembebasan Shusha, sebuah kota strategis di Nagorno-Karabakh.
“Bersukacitalah saudara-saudara kami di Azerbaijan atas langkah demi langkah pembebasan kota-kota di bawah pendudukan dan Nagorno-Karabakh kegembiraan kami,” kata Erdogan pada konvensi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Kocaeli pada 8 November.
Erdogan ingat bahwa pasukan Azerbaijan telah membebaskan banyak dari tanahnya di wilayah tersebut, dan merebut Shusha berarti kemenangan seluruh wilayah Nagorno-Karabakh sudah sangat dekat. “Turki telah memihak Azerbaijan dalam perjuangannya untuk membebaskan wilayahnya sejak awal dan akan terus melakukannya,” tambahnya. []






















