Makkah, Gontornews — Arab Saudi mulai melakukan ujicoba menerima jamaah umrah internasional, salah satunya dari Indonesia. Pekan lalu, 224 jamaah umrah dari Indonesia mendarat di Jeddah.
Dalam rombongan itu terdapat para pengurus Asar Travel, biro perjalanan haji dan umrah yang bermarkas di Depok. Melalui sambungan telepon jarak jauh, salah satu Direktur Asar Travel, Widoyo bercerita pengalamannya menjalankan umrah di masa pandemi.
โAlhamdulillah, ini berkah dari Allah sehingga kami yang berjumlah delapan orang dapat berangkat umrah. Kerinduan kepada tanah suci sudah tak terbendung,โ kata Widoyo, Senin (9/11/2020).
Sebelum melakukan perjalanan, dia dan rombongan melakukan tes PCR untuk memastikan negatif Covid-19, tes ini merupakan salah satu syarat keberangkatan.
โHasil tes ini hanya berlaku 72 jam, bisa tes di mana saja, hanya harus mencantumkan tanggal dan jamnya. Karena maskapai sangat ketat terkait surat keterangan hasil tes ini, mereka periksa betul-betul khususnya tanggal dan jam,โ jelas Widoyo.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, jamaah langsung diarahkan petugas masuk ke bus untuk selanjutnya menuju hotel dan melakukan karantina selama tiga hari.
โHari kedua dkarantina di hotel, kami dites PCR lagi oleh petugas,โ tuturnya.
Kerinduan yang membuncah terhadap haramain akhirnya terbalas. Hari ke-4, Widoyo dan rombongan mulai melaksanakan umrah.
โUntuk pelaksanaan umrah, ketua rombongannya orang Saudi, tidak seperti biasanya yang dari kita. Jadi permitnya dari mereka,โ kata Widoyo.
Jamaah pun diatur sedemikian rupa agar tetap menjaga jarak satu sama lain. Di Masjidil Haram, ada pemisahan antara antara yang akan umrah dan yang akan melaksanakan shalat.
โPintu yang dibuka hanya pintu nomor 79, jadi gak bisa sembarang orang bisa masuk. Ketika masuk diarahkan yang umrah dan shalat tidak bercampur,โ kata dia.
Kemudian, jaga jarak itu tetap dilakukan saat melaksanakan thawaf. Masker sudah menjadi barang yang juga wajib dikenakan.
โThawaf juga dilakukan per-empat barisย mengikuti jalur yang ada. Kalau ada yang keluar garis ditegur, kalau agak rapat dirapihkan oleh askar. Jadi gak bisa pindah-pindah jalur,โ cerita Widoyo.
Karena ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan, Widoyo berpesan agar jamaah yang akan menunaikan umrah di masa pandemi menyiapkan mental.
โUmrah di masa pandemi tidak sama dengan sebelumnya, masuk masjidil haram dijadwal, penjagaan berlapis-lapis. Jamaah harus sabar dan menyiapkan mental,โ kata dia.
Selain itu, dokumen juga wajib diteliti kembali, terutama yang terkait dengan tes PCR. Jangan sampai gagal berangkat hanya karena surat hasil tes PCR tidak mencantumkan tanggal dan jam, atau sudah lewat dari 72 jam sejak tes.
Selama di tanah suci, Widoyo juga berpesan agar jamaah tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.
โIni bagian dari ikhtiar kita, supaya pergi dengan sehat dan kembali ke tanah air dengan sehat pula,โujarnya.
Dia dan seluruh jamaah umrah asal Indonesia juga berdoa, semoga pandemi segera berakhir dan seluruh umat Islam dapat kembali merasakan nikmatnya ziarah ke tanah suci.
โMohon doakan kami juga, insya Allah tanggal 11 November 2020 kembali ke tanah air,โ pungkas Widoyo. [fathur]






















