Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia, Kamis (3/3/2022), mengatakan bahwa penundaan sementara pemberangkatan umroh akibat penyebaran Omicron telah berdampak kepada 19.000 calon jamaah. Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Nancy Shukri, mengatakan jumlah jamaah haji yang mengalami kerugian akibat penundaan tersebut jauh lebih sedikit.
βYang dirugikan adalah mereka yang tidak bisa mendapatkan pengembalian atas sejumlah pembayaran yang telah dilakukan. Sedangkan, sebagian besar jumlah jamaah haji mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan,β kata Nancy saat sesi tanya jawab di Dewan Rakyat, Kamis, sebagaimana dilansirΒ Bernama.
Nancy menjawab pertanyaan Ahmad Nazlan Idris (BN-Jerantut) yang ingin mengetahui bentuk kerguian yang dialami oleh biro perjalanan umroh saat pemberangkatan dihentikan sementara akibat penularan Omicron.
Pada 1 Januari lalu, pemerintah mengumumkan penundaan selama satu bulan mulai 8 Januari. Pemerintah juga setuju membayar kompensasi kepada jamaah, masing-masing 1.671 Ringgit Malaysia, yang membatalkan perjalanan umrohnya. Namun, kompensasi tersebut masuk untuk rekening Tabungan Haji (TH).
Mengenai kompensasi tersebut, Nancy menjelskan kementerian menerima sekitar 8.500 pemohon. Sedangkan untuk fase pembayaran, Dia memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan sesuai dengan kriteria yang berlaku.
Sebut saja, kewajiban untuk menggunakan agen perjalanan umroh yang terdaftar di Kementerian untuk perjalanan antara 8 Januari hingga 7 Februari dan telah menerima visa perjalanan.
Standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan bukan untuk membebani pihak manapun tetapi untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan keluarga Malaysia. Nancy membantah SOP umroh yang terus berubah membuat umat Islam di Malaysia sulit seraya menuduh klaim tersebut tidak akurat. [Mohamad Deny Irawan]





















